Pimpin Bidang V BPC HIPMI Cianjur, Muhammad Refqi Alfitrazain: Pengusaha Muda Harus Berani Mengambil Peran

Pimpin Bidang V BPC HIPMI Cianjur, Muhammad Refqi Alfitrazain: Pengusaha Muda Harus Berani Mengambil Peran
Ketua Bidang V BPC HIPMI Cianjur, Muhammad Refqi Alfitrazain.(kiriman untuk Cianjur Ekspres)

CIANJUREKSPRES.ID – Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Cianjur periode 2026-2029 resmi dilantik di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Senin 24 Agustus 2026. Salah satu yang dipercaya mengemban amanah yakni Muhammad Refqi Alfitrazain, S.M. sebagai Ketua Bidang V Sinergitas BUMN dan BUMD.

Tugas yang diberikan menjadi momentum bagi Refqi untuk mengambil peran lebih besar dalam membangun kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, BUMN, dan BUMD, khususnya dalam membuka peluang investasi dan kemitraan bagi pengusaha lokal di Kabupaten Cianjur.

Bidang V Sinergitas BUMN dan BUMD memiliki dua kompartemen utama. Kompartemen Sinergi BUMN membawahi Departemen Kolaborasi dan Usaha Investasi BUMN serta Departemen Pengembangan Proyek Strategis. Sementara Kompartemen Sinergi BUMD membawahi Departemen Pengembangan Kemitraan BUMD serta Departemen Digitalisasi dan Inovasi BUMD.

“Amanah tersebut bukan hanya tentang jabatan organisasi, tetapi bagaimana HIPMI dapat menjadi ruang yang mempertemukan potensi pengusaha muda dengan peluang ekonomi yang tersedia di daerah,” ujar Refqi dalam keterangan tertulisnya, Rabu 26 Agustus 2026.

Menurutnya, pemerintah dan dunia usaha harus berjalan beriringan. Pemerintah memiliki kebijakan dan kewenangan untuk menciptakan ekosistem yang kondusif, sementara pengusaha memiliki kemampuan untuk bergerak cepat, berinovasi, membuka lapangan pekerjaan, dan menciptakan nilai tambah.

“Pemerintah punya kebijakan, pengusaha punya keberanian untuk mengeksekusi. Ketika keduanya berkolaborasi, kebijakan tidak berhenti di atas kertas, tetapi bisa menjadi peluang usaha, investasi, lapangan pekerjaan, dan kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.

Pengusaha Muda Cianjur Harus Berani Mengambil Peran

Refqi menilai, Cianjur memiliki banyak potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, mulai dari sektor pertanian, pangan, pariwisata, perdagangan, jasa, industri kreatif, hingga ekonomi digital. Namun, potensi tersebut membutuhkan keberanian dan kreativitas generasi muda untuk mengelolanya menjadi kekuatan ekonomi baru.

“Kita ingin pengusaha muda Cianjur tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Mereka harus berani mengambil peluang, membangun kolaborasi, masuk ke dalam rantai investasi, dan menjadi bagian dari pembangunan ekonomi Cianjur,” katanya.

Dia mengatakan, menjadi pengusaha muda bukan hanya tentang memiliki perusahaan atau mengejar keuntungan. Lebih dari itu, pengusaha memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lapangan pekerjaan, membuka kesempatan bagi orang lain, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pengusaha muda harus punya keberanian untuk memulai, kemampuan untuk beradaptasi, dan kemauan untuk berkolaborasi. Jangan berpikir bahwa usaha harus langsung besar. Yang penting mulai, konsisten, kemudian bertumbuh,” tutur Refqi.

Berangkat dari Kampung, Tumbuh Menjadi Pengusaha

Perjalanan Refqi sendiri menjadi bagian dari semangat tersebut. Dia mengawali perjalanan dari lingkungan kampung, membangun pengalaman dan mengembangkan usaha secara bertahap hingga menjadi bagian dari ekosistem pengusaha di Kabupaten Cianjur.

Pengalaman tersebut membuatnya percaya bahwa keterbatasan bukan alasan bagi anak muda untuk tidak bermimpi menjadi pengusaha.

“Saya berangkat dari kampung. Saya merasakan sendiri bagaimana membangun sesuatu dari bawah, belajar dari proses, menghadapi tantangan, sampai akhirnya bisa menjadi bagian dari dunia usaha di Kabupaten Cianjur. Karena itu, saya ingin semakin banyak anak muda Cianjur yang percaya bahwa mereka juga bisa,” ungkapnya.

Menurut Refqi, anak muda Cianjur tidak boleh minder ketika berhadapan dengan pelaku usaha dari kota-kota besar. Sebaliknya, generasi muda Cianjur harus mampu menunjukkan bahwa daerah juga memiliki sumber daya manusia yang kreatif, kompetitif, dan siap bersaing.

HIPMI sebagai Jembatan Kolaborasi

Dalam kapasitasnya di Bidang V, Refqi berharap HIPMI dapat semakin aktif menjadi jembatan antara pengusaha muda dengan pemerintah, BUMN, BUMD, investor, serta berbagai stakeholder lainnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas terhadap peluang investasi, kemitraan, pengembangan proyek strategis, digitalisasi, serta penguatan kapasitas pengusaha lokal.

“Kita ingin HIPMI bukan hanya menjadi tempat berkumpulnya pengusaha, tetapi menjadi tempat bertemunya gagasan, peluang, dan kolaborasi. Pengusaha muda harus tahu ke mana mereka melangkah ketika memiliki ide, membutuhkan mitra, atau ingin mengembangkan usahanya,” jelas Refqi.

Dia juga mendorong agar pengusaha muda Cianjur tidak berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, persaingan dalam dunia usaha memang penting, tetapi kolaborasi akan membuat kekuatan pengusaha lokal menjadi jauh lebih besar.

“Jangan sampai pengusaha Cianjur hanya kuat sendiri-sendiri. Kita harus mulai membangun ekosistem. Yang punya usaha besar bisa membantu yang baru mulai, yang punya jaringan bisa membuka akses bagi yang lain, dan yang punya gagasan bisa menemukan mitra untuk mewujudkannya,” katanya.

Bukan Sekadar Mencari Peluang, Tetapi Menciptakan Peluang

Refqi berharap ke depan pengusaha muda Cianjur tidak hanya menjadi pihak yang mencari peluang, tetapi juga mampu menciptakan peluang bagi masyarakat.

Baginya, ukuran keberhasilan seorang pengusaha bukan hanya seberapa besar omzet atau aset yang dimiliki, tetapi seberapa besar dampak yang dapat diberikan kepada lingkungan sekitarnya.

“Kita ingin lahir pengusaha-pengusaha muda Cianjur yang bukan hanya sukses secara bisnis, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan, memberdayakan masyarakat, mengangkat potensi lokal, dan membawa nama Cianjur ke tingkat yang lebih luas,” katanya.

Dia meyakini, semakin banyak pengusaha muda yang tumbuh dan berkembang, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan pekerjaan dan bergeraknya perekonomian masyarakat.

Karena itu, menurutnya, membangun pengusaha muda berarti membangun fondasi ekonomi daerah untuk jangka panjang.

Dari Kampung, Untuk Cianjur

Amanah sebagai pengurus HIPMI menjadi langkah baru bagi Muhammad Refqi Alfitrazain untuk memperluas kontribusinya di dunia usaha.

Ia ingin membawa pengalaman membangun usaha dari bawah ke dalam ruang kolaborasi yang lebih besar, sekaligus mendorong generasi muda Cianjur agar berani mengambil peran dalam pembangunan ekonomi daerah.

“Dari kampung kita belajar tentang perjuangan. Dari dunia usaha kita belajar tentang keberanian. Dan melalui HIPMI, kita ingin membawa keberanian itu menjadi kolaborasi yang memberikan manfaat bagi Cianjur,” pungkasnya.

Dengan semangat tersebut, Muhammad Refqi Alfitrazain berharap pengusaha muda Cianjur dapat tumbuh bersama, naik kelas bersama, dan mengambil peran lebih besar dalam pembangunan ekonomi daerah.

Dari kampung melangkah. Dari usaha bertumbuh. Dari kolaborasi, membuka peluang. Untuk Cianjur yang lebih maju.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *