Empat Tewas dan Delapan Luka Berat Akibat Kecelakaan di Ciloto Puncak

Sejumlah kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Raya Puncak - Cianjur tepatnya di Kampung Bojong, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jumat, 21 Agustus 2026 malam.(Foto : Dok. Satlantas Polres Cianjur)

CIANJUREKSPRES.ID – Sejumlah kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Raya Puncak – Cianjur tepatnya di Kampung Bojong, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jumat, 21 Agustus 2026 malam.

Akibat kecelakaan tersebut tiga orang dilaporkan tewas di lokasi kejadian, dan satu meninggal dunia saat dilakukan penanganan medis, serta delapan mengalami luka dan harus dirawat di RSUD Cimacan.

Berdasarkan informasi, kecelakaan itu berawal saat truk boks yang melaju dari arah Bogor menuju Cianjur menabrak dua mobil Toyota Avanza dan Suzuki Ertiga serta dua unit sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan atau Cianjur menuju Bogor.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Cianjur, Ipda Ahmad Prio Gunawan mengatakan, kecelakaan beruntun di ruas jalur utama kawasan wisata Puncak, Ciloto itu melibatkan lima kendaraan, di antaranya satu truk, dua minibus, dan dua sepeda motor.

“Jajaran langsung bergerak cepat melakukan penanganan di TKP, termasuk evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan dan korban. Tercatat, ada 12 korban,” katanya.

Dari seluruh korban, kata Prio, dievakuasi ke RSUD Cimacan untuk mendapatkan penanganan medis.

“Data awal, dari 12 korban, dua korban di antaranya meninggal dunia, yakni pengendara Toyota Avanza dan seorang penumpangnya,” jelasnya.

Direktur RSUD Cimacan, dr Cok Gd Agung Dharma Putra mengatakan, tercatat sebanyak 12 orang menjadi korban, dan empat korban di antaranya meninggal dunia.

“Tiga korban meninggal sebelum tiba di IGD, dan satu korban meninggal saat dilakukan penanganan medis. Jadi, total ada empat korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, empat korban tewas terdapat delapan korban luka, di antaranya lima korban luka berat dan tiga korban luka ringan.

“Untuk korban luka berat masih dalam pemantauan intensif dari tim medis, dan akan dilakukan rujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi. Karena, sebagian besar korban mengalami luka serius pada bagian kepala,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *