Status Ribuan Guru Honorer Masih Belum Jelas, Ini Tanggapan Disdikpora Cianjur

Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin.(Cianjur Ekspres/Moch Nursidin)
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin.(Cianjur Ekspres/Moch Nursidin)

CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur menanggapi isu terkait nasib ribuan guru honorer yang hingga kini masih belum memiliki kejelasan status. Disdikpora menegaskan saat ini fokus pada penyelesaian pendataan dan pengangkatan sesuai regulasi yang berlaku.

Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan, persiapan pelantikan tenaga paruh waktu dijadwalkan pada 20 Desember 2025. Hingga saat ini, sesuai arahan Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui dinas teknis yakni Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM), seluruh tenaga paruh waktu telah terdata.

“Sampai hari ini sesuai arahan dari Pemkab Cianjur melalui dinas teknis, yaitu BKD, semua paruh waktu itu sudah terdata,” ujar Ruhli kepada wartawan, Rabu 17 Desember 2025.

Dia menjelaskan, di lingkungan Disdikpora Kabupaten Cianjur tercatat sekitar 2.700 tenaga paruh waktu, baik tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan. Mereka merupakan peserta yang telah mengikuti seleksi sebelumnya namun belum mendapatkan kesempatan pengangkatan.

“Yang terdata ini adalah kawan-kawan yang sudah mengikuti atau melaksanakan tes kemarin, tetapi belum mempunyai kesempatan,” katanya.

Dengan bertambahnya pengangkatan tenaga paruh waktu, Ruhli menyebut kebutuhan tenaga pendidik di Kabupaten Cianjur kini relatif tercukupi di setiap kecamatan. Hal ini dinilai menjadi capaian positif bagi sektor pendidikan di daerah.

“Alhamdulillah, dengan adanya pengangkatan paruh waktu, kekurangan pendidik di tiap kecamatan se-Kabupaten Cianjur dapat tercukupi,” jelasnya.

Ruhli berharap, keputusan pengangkatan tersebut dapat memberikan kepastian bagi para tenaga pendidik dan kependidikan, sehingga mampu meningkatkan integritas dan loyalitas dalam mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Cianjur.

Terkait kekurangan tenaga pendidik, dia menegaskan bahwa berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik) di setiap sekolah, kondisi Kabupaten Cianjur justru tergolong baik dibandingkan daerah lain.

“Kalau melihat data di Dapodik, untuk Kabupaten Cianjur ini merupakan kebanggaan karena kebutuhan tenaga pendidik sudah cukup, bahkan pengangkatan PPPK dan paruh waktu bidang pendidikan di Cianjur sangat bagus dibanding kabupaten/kota lain,” ungkapnya.

Adapun mengenai ribuan honorer yang disebut belum jelas nasibnya, Ruhli menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya masih mendeteksi adanya tenaga honorer yang belum terdata sesuai regulasi. Namun, untuk sementara Disdikpora fokus menyelesaikan pendataan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

“Sesuai regulasi, khusus tenaga pendidik ada batas waktu sesuai SK MenPANRB per 1 Januari, di mana kami tidak boleh lagi menerima honorer baru,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, Disdikpora saat ini tengah melakukan pemetaan terhadap sekolah-sekolah yang mengalami kelebihan tenaga pendidik. Selanjutnya, tenaga tersebut akan didistribusikan ke satuan pendidikan yang masih kekurangan, yang mayoritas berada di wilayah Cianjur bagian utara.

“Kami sedang memetakan sekolah mana yang kelebihan, lalu akan didistribusikan ke sekolah yang kekurangan. Dari data yang ada, kebanyakan kebutuhan itu di wilayah Cianjur Utara,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *