CIANJUREKSPRES.ID – Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur sebut wilayah yang terdampak musim kemarau bertambah menjadi empat kecamatan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama mengatakan, berdasarkan laporan sementara yang diterima BPBD beberapa kecamatan mulai terdampak musim kemarau.
“Sejumlah kecamatan yang mulai terdampak kemarau tersebut yaitu, Kecamatan Kadupandak, Leles, Naringgul, dan Cikalongkulon,” katanya saat dihubungi, Jumat 17 Juli 2026.
Untuk wilayah Kecamatan Leles dan Naringgul lanjut dia, rata-rata yang terdampak musim kemarau yaitu area pesawahan. Sedangkan untuk Kecamatan Kadupandak dilaporkan ada satu desa.
“Untuk Kecamatan Cibinong yaitu debit air sumur milik warga mulai berkurang. Kemarin kita bersama dengan PMI Cianjur dan Disperkimtan Kabupaten Cianjur telah menyalurkan bantuan air bersih ke Kecamatan Cibinong,” papar Samudra.
Samudra mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan terkait dengan beberapa wilayah yang mulai terdampak kekeringan, dan akan menyalurkan bantuan berupa air bersih serta sumur bor.
“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur juga sudah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan mulai Rabu 15 Juli 2026 hingga akhir September 2026,” katanya.
Samudra menambahkan, berdasarkan surat peringantan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah Jawa Barat terutama Cianjur selama tiga pekan kedepan diperkirakan tidak ada potensi hujan.
“Potensi hujan memang masih ada, namun potensinya rendah. Selain itu kami juga terus berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Mukti, PMI dan Disperkimtan Kabupaten Cianjur untuk penanganan musim kemarau,” tukasnya.












