CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mencatat sebanyak 5.763 kasus Tuberkulosis (TBC) selama periode Januari hingga Juni 2026. Dari jumlah tersebut, 25 orang atau 0,50 persen di antaranya meninggal dunia.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Cianjur, Javed Mataputung mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya dan penanganan kasus TBC di wilayahnya.
“Salah satu upaya yang dilakukan yaitu, mendata jumlah kasus penyebaran TBC. Pendataan tersebut dilakukan agar kita bisa mengetahui cara penanganan selanjutnya,” katanya, Senin 6 Juli 2026.
Berdasarkan data yang tercatat, lanjut dia, selama periode Januari hingga Juni 2026 diketahui ada sebanyak 5.763 orang yang positif TBC, dan 4.643 di antaranya tengah menjalani pengobatan.
“Dari jumlah 5.763 orang megidap TBC selama periode tersebut sekitar 25 orang atau 0.50 persen diantaranya meninggal dunia,” ucapnya.
Javed menuturkan, berdasarkan pendataan yang dilakukan petugas kesehatan Dinkes dan Puskesmas yang ada di Kabupaten Cianjur, penyebaran kasus TBC hampir ditemukan di seluruh kecamatan.
“Untuk tingkat penyebaran TBC di Kabupaten Cianjur, kasusnya hampir merata atau ditemukan disemua kecamatan,” tuturnya.
Menurutnya, tingkat penyebaran kasus TBC yang hampir merata di seluruh wilayah di Cianjur, karena penularan bakteri Tuberkulosis melalui media udara.
“Penyebaran TBC paling potensial itu melalui udara, paparan mikroba Tuberkulosis dapat menular seperti orang batuk, serta membuang dahak sembarangan. Hal tersebut bisa membuat paparan mikroba Tuberkulosis dengan cepat,” katanya.
Dia menambahkan, Dinkes Cianjur bekerjasama dengan Puskesmas atau tempat pelayanan kesehatan di wilayah terus melalukan upaya pencegahan secara preventif.
“Upaya tersebut dilakukan melalui pemberian berbentuk edukasi pencegahan TBC untuk masyarakat potensial terpapar. Tak hanya itu bagi pengidap TBC juga diberikan pengobatan di Puskesmas setempat secara gratis,” tukasnya.(












