CIANJUREKSPRES.ID – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cianjur memastikan bahwa pada tahun 2026 tidak akan ada formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) baru.
Hal ini pun menimbulkan pertanyaan terkait nasib ribuan guru honorer di Kabupaten Cianjur yang tidak masuk PPPK Penuh Waktu dan Paruh Waktu.
Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian (PPIK) BKPSDM Cianjur, Andi Juandi, mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Dinas Pendidikan, cut off penerimaan non-ASN untuk guru ditetapkan pada 31 Desember 2024.
Dengan demikian, yang dapat mengikuti seleksi ASN adalah mereka yang telah bertugas sebelum Januari 2023.
“Selain itu mereka otomatis masuk kategori non-ASN. Memang di lingkungan Disdikpora masih ada guru yang non-ASN, tapi rata-rata mereka sudah lulus sertifikasi,” ujarnya kepada wartawan, Kamis 11 Desember 2025.
Dia menegaskan, secara regulasi seharusnya tidak ada lagi tenaga non-ASN. Namun, guru bersertifikasi tetap diperbolehkan bekerja karena gajinya dibayarkan oleh pemerintah pusat, bukan APBD.
“Mereka tetap sebagai honorer. Secara aturan memang sudah tidak diperbolehkan, tapi di lapangan kita masih kekurangan guru. Dari informasi Kadisdik, kekurangan guru mencapai 6.000 orang. Ada sekolah yang hanya memiliki satu guru PNS,” jelasnya.
Andi menyebutkan bahwa ke depan tidak ada lagi istilah honorer. Sistem kepegawaian hanya mengenal ASN, yang terdiri dari PPPK dan PNS.
Terkait rekrutmen ASN 2026, dia memastikan bahwa kemungkinan besar Cianjur tidak mendapat formasi baru. Alasannya, proses rekrutmen seharusnya dimulai pada Maret 2025, namun hingga kini belum berjalan.
“Karena tidak ada proses itu, kemungkinan besar tahun 2026 tidak akan ada pengadaan ASN, baik PPPK maupun PNS, kecuali ada mandatori dari pusat. Misalnya kebutuhan tenaga kesehatan atau sektor tertentu,” tegasnya.
Sementara untuk guru honorer yang masih ada, status mereka tetap diperbolehkan karena dibiayai melalui dana sertifikasi dari pusat.
“Itu masih legal karena mereka terdaftar di Kemendiknas,” pungkasnya.












