CIANJUREKSPRES.ID – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax RON 92 naik dari seharga Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sedangkan Pertamax Geeen 95 RON 95 semula Rp12.900 per liter naik ke angka Rp17.000 per liter. Akibatnya masyarakat dari berbagai kalangan merasakan dampaknya.
Petugas kurir paket asal Desa Nagrak, Kabupaten Cianjur, Handi Mahendra (29) mengaku selalu menggunakan BBM jenis Pertamax RON 92 untuk kendaraan yang digunakannya karena lebih cepat saat mengisi bahan bakar.
“Tak hanya cepat, Pertamax RON 92 cukup bagus juga ya untuk kendaraan, lalu cuma beda Rp2 ribu dengan Pertalite. Saya biasa mengisi BBM sebesar Rp10 ribu per hari dan cukup,” katanya.
Namun lanjut dia, saat ini harga Pertamax malah naik ke harga Rp16.250 per liter. Sehingga semula hanya selisih sebesar Rp2 ribu dengan Pertalite, kini jadi Rp4 ribu.
“Sebelum naik harga BBM cukup dengan Rp10 ribu per hari, kini jadi Rp20 ribu per hari. Kenaikan harga BBM ini sangat memberatkan, soalnya kalau gak naik, uang Rp10 ribunya untuk kebutuhan lain di rumah,” ujarnya.
Kondisi serupa diungkapkan pengendara Ojek Online (Ojol), Isam (56), Ia mengatakan biasa membeli BBM sebesar Rp35 ribu per hari. Namun akibat harga Pertamax naik, kini jadi Rp45 ribu per hari.
“Mulai keluar jam 06.00 pagi sampai jam 15.00 sore BBM cukup Rp35 ribu. Semenjak harganya naik, uang hasil tarik penumpang buat dibawa ke rumah malah berkurang, bahkan bisa saja gak ada,” katanya.
Dia mengatakan, saat ramai orderan dari pelanggan, uang untuk dibawa pulang ke rumah bisa mencapai Rp100 ribu per hari. Namun apabila harga BBM naik paling cuma Rp75 ribu per hari.
“Itu kan kalau orderan sedang ramai, kalau lagi sepi apa yang harus saya bawa pulang ke rumah untuk mencukupi kebutuhan keluarga saya sehar-harinya,” ujar Isam.
Handi dan Isam berharap pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan yang biasa menurunkan harga BBM, supaya kebutuhan bagi keluarganya tetap tercukupi.












