65 Calon Jemaah Haji Dipastikan Tak Berangkat pada Musim Haji 2027

Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Cianjur. (Foto : Cianjur Ekspres/Riekzan RA)

CIANJUREKSPRES.ID – Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cianjur mencatat sebanyak 65 calon jemaah haji dipastikan batal berangkat pada musim haji 1448 Hijriah/2027 Masehi. Jumlah tersebut diketahui setelah proses verifikasi daftar tunggu (waiting list) menyusul pengumuman estimasi kuota jemaah haji dari Kementerian Haji.

Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Cianjur, Herriyanto, mengatakan, pihaknya telah membentuk lima tim untuk melakukan verifikasi langsung ke alamat para calon jemaah yang masuk dalam daftar estimasi keberangkatan.

“Di Cianjur kami terus melakukan verifikasi estimasi jemaah haji. Kemarin kami membentuk lima tim yang turun langsung ke seluruh alamat calon jemaah. Dari hasil verifikasi, terkonfirmasi ada 41 orang yang menunda keberangkatan,” katanya, pada Kamis 30 Juli 2026.

Berdasarkan data Kementerian Haji Kabupaten Cianjur, estimasi calon jemaah haji 2027 mencapai 176 orang, terdiri dari 108 jemaah berdasarkan nomor urut porsi dan 68 jemaah kuota lansia. Dari hasil verifikasi, sebanyak 41 orang dipastikan menunda keberangkatan, terdiri atas 36 jemaah nomor urut porsi dan 5 jemaah kuota lansia.

Selain itu, terdapat 14 calon jemaah yang telah meninggal dunia, terdiri dari 4 jemaah nomor urut porsi dan 10 jemaah kuota lansia.

“Untuk jemaah yang meninggal dunia, tiga orang akan dilimpahkan porsinya kepada ahli waris, sedangkan satu orang akan dibatalkan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Herriyanto.

Di sisi lain, lanjut Herriyanto, pihaknya juga menemukan 10 calon jemaah yang masuk kategori haji 18 tahun, terdiri atas 7 jemaah nomor urut porsi dan 3 jemaah kuota lansia.

“Kalau dijumlahkan, ada 41 orang yang menunda, 14 orang meninggal dunia, dan 10 orang yang terdeteksi kategori haji 18 tahun. Jadi total ada 65 orang yang dipastikan tidak akan berangkat,” katanya.

Herriyanto menuturkan, hingga saat ini belum ada calon jemaah yang dipastikan berangkat karena masih menunggu tahapan pelunasan biaya haji dan pemeriksaan kesehatan.

“Yang benar-benar berangkat belum bisa dipastikan. Nanti menunggu proses pelunasan dan hasil pemeriksaan kesehatan. Dari situ baru diketahui siapa saja yang memenuhi syarat untuk melunasi dan berangkat,” ucapnya.

Menurut Herriyanto, dalam waktu dekat Kementerian Haji akan memulai tahapan biometrik atau biometrik visa (biovisa) bagi calon jemaah yang masuk estimasi keberangkatan.

“Yang paling dekat sekarang adalah proses biovisa yang akan dimulai pada 1 Agustus. Untuk manasik haji sendiri sampai saat ini belum ada arahan dari pemerintah pusat,” tuturnya.

Dia mengimbau seluruh calon jemaah untuk mulai mempersiapkan dokumen administrasi, terutama paspor, serta mengikuti seluruh tahapan yang telah dijadwalkan.

“Yang perlu dipersiapkan sekarang adalah pembuatan paspor dan mengikuti proses biovisa sesuai jadwal. Untuk tahapan berikutnya kami masih menunggu petunjuk dari pusat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *