CIANJUREKSPRES.ID – Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Sukamahi dan Neglasari di Kampung Taluk Agung Pasar Rebo, Desa Sukamahi, Kecamatan Cijati, Kabupaten Cianjur terputus.
Padahal, Jembatan gantung tersebut merupakan satu-satunya akses yang sering digunakan masyarakat hingga pelajar untuk beraktifitas.
Sehingga, warga dari Desa Sukamahi Kecamatan Cijati dan Desa Neglasari, Kecamatan Kadupandak dengan sukarela membuat rakit dari bambu, agar masyarakat dan pelajar dapat melintas.
Namun, memasuki musim hujan Sungai Cibuni kerap meluap dan debit air meningkat, sehingga warga bahkan para pelajar khawatir terbawa arus sungai.
Untuk memastikan pelajar dan warga merasa aman serta nyaman untuk melintasi aliran sungai dengan rakit yang terbuat dari bambu. Jajaran Polsek Kadupandak pun turun tangan untuk mendampingi setiap pelajar dan warga yang menyebrang.
“Jembatan gantung itu sudah putus, sejak November 2021 silam. Namun hingga kini akses penghubung Desa Sukamahi Cijati dan Neglasari, Kecamatan Kadupandak itu belum diperbaiki juga,” kata Kapolsek Kadupandak AKP Deden Hermansyah, Rabu 3 November 2025.
Oleh karena itu, lanjut Deden, jajaranya berinisiatif membantu para siswa untuk menyebrangi sungai selebar 120 meter tersebut, karena khawatir terbawa arus.
“Intinya kita ingin menjamin keamanan siswa ketika pergi sekolah serta pulang sekolah, saat menyebrangi sungai dengan rakit yang terbuat dari bambu,” katanya.
Selain itu, Deden mengungkapkan, apabila terjadi hujan deras dan aliran Sungai Cibuni debit air kerap naik, bahkan bisa mencapai setinggi 20 meter.
“Kalau air nya sedang naik, warga dan para siswa tidak bisa melintas, sehingga mereka terpaksa harus menginap di rumah kerabat atau keluarga, sampai air kembali surut,” ungkapnya.












