2.000 Anak di Sukaresmi Tak Sekolah, Pemerintah Lakukan Pendataan hingga RT/RW

Kantor Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur. (Foto: Cianjur Ekspres / Dede Sandi Mulyadi)

CIANJUREKSPRES.ID – Sekitar 2.000 anak di Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, tercatat tidak bersekolah. Pemerintah setempat kini bergerak cepat melakukan pendataan dan penanganan.

Camat Sukaresmi, Azis Muslim, mengatakan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, saat ini tercatat sekitar 2.000 anak di Kecamatan Sukaresmi tidak bersekolah atau Anak Tidak Sekolah (ATS).

Menindaklanjuti temuan itu, pihak kecamatan langsung mengoordinasikan kepala desa, PGRI, serta para kepala sekolah untuk merumuskan langkah penanganan.

“Kami mendorong pendataan hingga tingkat RT dan RW agar jumlah dan kondisi anak tidak sekolah bisa terpetakan dengan jelas,” ujar Azis usai melaksanakan kegiatan pisah sambut Sekretaris Camat (Sekmat) di Aula PGRI Sukaresmi kepada Cianjur Ekspres, Senin 4 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pendataan berbasis wilayah penting sebagai dasar intervensi yang lebih tepat sasaran. Dari evaluasi sementara, penyebab anak tidak bersekolah cukup beragam, mulai dari faktor ekonomi, rendahnya kesadaran orang tua, hingga kemauan anak.
Selain itu, pemerintah juga melakukan edukasi kepada masyarakat dengan melibatkan PKBM, tenaga pendidik, dan pengawas pendidikan.

Azis menambahkan, sebagian anak tidak bersekolah karena sudah bekerja atau berpindah domisili. Karena itu, penanganan diprioritaskan bagi anak yang masih tinggal di Sukaresmi namun belum mengakses pendidikan.

Saat ini, data ATS masih dalam tahap verifikasi bersama PGRI. Meski begitu, upaya penanganan tetap berjalan, termasuk mendorong peran pendidikan nonformal melalui PKBM.

“Tidak semua karena faktor ekonomi, ada juga karena kurangnya dorongan dari orang tua,” kata Azis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *