CIANJUREKSPRES.ID– Jawa Barat kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke provinsi ini mencapai 112,12 juta perjalanan, meningkat dibandingkan periode yang sama dalam lima tahun terakhir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), capaian tersebut menjadi rekor tertinggi dibandingkan semester pertama pada tahun-tahun sebelumnya. Pada 2021 tercatat 44,99 juta perjalanan, meningkat menjadi 59,45 juta pada 2022, kemudian 75,46 juta pada 2023, 82,92 juta pada 2024, dan 107,09 juta perjalanan pada 2025.
Lonjakan kunjungan wisatawan menunjukkan daya tarik destinasi wisata di Jawa Barat masih terus meningkat, didukung oleh beragam pilihan wisata alam, budaya, kuliner, hingga rekreasi keluarga yang tersebar di berbagai daerah.
Selama semester pertama 2026, bulan Maret menjadi periode dengan jumlah perjalanan wisatawan nusantara tertinggi, yakni mencapai 22,48 juta perjalanan. Sementara pada Juni 2026 tercatat sebanyak 18,67 juta perjalanan.
Kabupaten Bogor menjadi daerah tujuan wisata paling banyak dikunjungi dengan total 17,79 juta perjalanan sepanjang Januari hingga Juni 2026. Posisi berikutnya ditempati Kota Bandung dengan 12,21 juta perjalanan, disusul Kota Bekasi sebanyak 7,79 juta perjalanan, Kabupaten Bekasi 7,24 juta perjalanan, serta Kabupaten Bandung 6,96 juta perjalanan.
Selain peningkatan kunjungan wisatawan domestik, arus wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Barat juga menunjukkan tren positif.
Pada Juni 2026, sebanyak 477 wisatawan mancanegara tercatat masuk melalui Bandara Internasional Kertajati. Jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat atau sekitar 97,93 persen dibandingkan Mei 2026 yang mencatat 241 kunjungan.
Sementara itu, akses transportasi modern melalui kereta cepat Whoosh juga turut berkontribusi terhadap mobilitas wisatawan asing. Sepanjang Juni 2026, tercatat 17.877 perjalanan wisatawan mancanegara menggunakan layanan Whoosh, naik 2,02 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Peningkatan jumlah perjalanan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, menjadi indikator positif bagi sektor pariwisata Jawa Barat. Tren tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi penopang industri pariwisata.












