Tekan Stunting, DPPKBP3A Cianjur Sudah Bentuk Kampung KB di 360 Kampung

ilustrasi stunting
ilustrasi stunting.(pixabay)

CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cianjur, telah membentuk Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di 360 kampung yang ada di desa dan kelurahan se Kabupaten Cianjur. Langkah ini dilakukan dalam upaya menekan angka stunting di Cianjur.

“Minimalnya di satu desa atau satu Kampung KB, dan rencananya terus ditambah,” ujar Jabatan Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana DPPKBP3A Kabupaten Cianjur, Ida Parida Setiawati, Senin 8 Desember 2025.

Ida menegaskan, Kampung KB tersebut merupakan upaya dalam menurunkan angka stunting di Cianjur. Nantinya di kampung tersebut dilakukan sosialisasi terkait intervensi gizi spesifik yang ditekankan pada seribu hari pertama kehidupan.

“Intervensi gizi spesifik itu di mana lebih ditekankan kepada seribu hari pertama. Nah di seribu hari pertama kehidupan itu kan mulai dari ibu hamilnya, kemudian pasca persalinannya sampai bayi berusia 2 tahun, di situ kita diintervensikan terkait gizi untuk pertumbuhan anak,” katanya.

Menurutnya, pada saat pasca kelahiran seorang ibu hamil, para petugas yang berada di Kampung KB bakal menyarankan mereka untuk mengikuti program KB yang dapat berdampak pada penurunan angka stunting.

“Jadi program KB di sini untuk penurunan stunting, yaitu intervensi gizi spesifik di seribu hari pertama kehidupan. Jadi setelah melahirkan, diharapkan ibunya masuk KB pasca persalinan, untuk mencegah kehamilan sehingga berfokus mengurus perkembangan anak agar tidak alami stunting,” papar Ida.

Lebih lanjut dia mengatakan, Program KB ini juga menyasar para pasangan usia subur yang sudah memiliki banyak anak untuk mencegah kehamilan. Pasalnya, jika sudah terlalu banyak anak bakal mengubah kelahiran risiko tinggi pada ibu yang akan berdampak pada stunting.

“Untuk pasangan usia subur yang sudah terlalu banyak anak atau sudah terlalu tua untuk hamil, disarankan untuk memakai kontrasepsi jangka panjang. Nah ini juga bisa berdampak pada penurunan stunting, karena bayi yang dilahirkan oleh ibu yang beresiko tinggi itu nantinya akan menimbulkan atau berdampak pada stunting,” bebernya.

Selan itu, sambung dia, program Kampung KB ini juga melaksanakan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat. Di mana kegiatan tersebut juga merupakan langkah kongkret dalam gerakan menekan angka stunting.

“Jadi melalui kegiatan ini kami mengubah perilaku masyarakat. Karena dari cuci tangan saja bisa menyembuhkan penyakit, kalau anak misalnya makan tidak cuci tangan bisa diare, dan sangat rentan terkena stunting. Perubahan perilaku itu contoh konkretnya seperti itu yang juga jadi upaya menurunkan angka stunting,” tuturnya.(bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *