CIANJUREKSPRES.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukanagara 1 menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 14 Oktober 2026 yang disusun dengan mengutamakan pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, khususnya asupan protein yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan, serta pemeliharaan jaringan tubuh.
Ahli Gizi SPPG Sukanagara 1, Sifa Adawiyah menyebutkan, menu tersebut terdiri atas nasi pandan, ikan bawal bumbu kuning, tempe mendoan, kol rebus, dan buah semangka merah.
Perpaduan bahan pangan yang disajikan pada ribuan anak sebagai penerima manfaat itu, diharapkan dapat menghadirkan hidangan yang lezat, beragam, bergizi, dan tetap memperhatikan aspek keamanan pangan.
“Sebagai sumber energi utama, nasi pandan menjadi pelengkap hidangan yang memberikan asupan karbohidrat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Nasi pandan memiliki aroma khas yang berasal dari penggunaan daun pandan dalam proses pengolahannya,” kata Sifa kepada Cianjur Ekspres, Rabu, 14 Oktober 2026.
Dalam penyajiannya, pihaknya tak menambahkan pewarna tambahan pada nasi pandan dan mengutamakan aroma alami dari daun pandan.
Penggunaan bahan alami tersebut menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan makanan yang lebih sederhana dan aman, dengan tetap memperhatikan pemilihan bahan baku yang baik, kebersihan selama proses pengolahan, serta cara penyimpanan dan penyajian yang sesuai dengan prinsip keamanan pangan.
“Dengan demikian, cita rasa dan aroma nasi tetap terjaga tanpa perlu menambahkan pewarna buatan,” jelasnya.
Komponen utama yang menonjolkan kandungan protein dalam menu tersebut berasal dari ikan bawal bumbu kuning. Ikan bawal merupakan sumber protein hewani yang membantu pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh serta mendukung pemeliharaan fungsi tubuh.
Sementara bumbu kuning, terbuat dari perpaduan rempah-rempah memberikan cita rasa gurih dan aroma yang wangi. Pengolahan ikan hingga matang sempurna, disertai penerapan kebersihan alat dan bahan, menjadi hal penting untuk memastikan hidangan tersaji dengan aman dan layak dikonsumsi.
Selanjutnya, tempe mendoan menjadi sumber protein nabati yang melengkapi asupan protein dari ikan bawal. Tempe sendiri mengandung protein nabati serta zat gizi lain yang bermanfaat bagi tubuh.
“Kehadiran tempe dalam menu ini memberikan variasi sumber protein sekaligus menambah cita rasa dan tekstur hidangan. Dalam proses pengolahannya, kebersihan bahan, penggunaan minyak yang layak, serta pengaturan proses memasak perlu diperhatikan agar makanan tetap berkualitas dan aman dikonsumsi,” kata Sifa menjelaskan.
Sebagai pelengkap sayuran, kol rebus menyediakan serat, vitamin, mineral, dan senyawa alami yang mendukung pemenuhan kebutuhan gizi harian. Pengolahan dengan cara direbus dapat menjadi pilihan sederhana untuk menyajikan sayuran.
Penyajian sayuran tersebut, lanjutnya, melengkapi komposisi menu agar tidak hanya berfokus pada karbohidrat dan protein, tetapi juga memperhatikan kebutuhan zat gizi lainnya.
“Nah, untuk melengkapi hidangan, buah semangka merah disajikan sebagai sumber cairan dan vitamin, serta mengandung likopen dan senyawa antioksidan alami. Kandungan airnya yang tinggi memberikan sensasi segar setelah menikmati hidangan utama. Semangka juga membantu menambah variasi buah dalam menu MBG, sehingga peserta didik terbiasa mengonsumsi buah sebagai bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang,” katanya lagi.
Sehingga, secara keseluruhan, menu MBG tersebut mengombinasikan karbohidrat dari nasi pandan, protein hewani dari ikan bawal, protein nabati dari tempe, serta serat, vitamin, mineral, dan cairan dari kol rebus serta semangka merah.
Penekanan pada protein hewani dan nabati menjadi nilai penting dalam menu tersebut karena protein dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan jaringan tubuh.
Meskipun demikian, kecukupan gizi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, porsi sajian, serta keseimbangan zat gizi secara keselur












