CIANJUREKSPRES.ID – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cianjur terus secara aktif membantu masyarakat tidak mampu di wilayahnya.
Di bawah kepengurusan yang baru, lembaga pengelolaan zakat ini berkomitmen penuh untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan primer warga, mulai dari perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) hingga penanganan kerawanan pangan.
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian Baznas Kabupaten Cianjur, Muhammad Toha, menjelaskan, terkait dengan program bantuan perbaikan rutilahu dalam sebulan terakhir ini yang disalurkan oleh kepengurusan yang baru memang jumlahnya belum lebih dari sepuluh unit. Namun jika dihitung dari sejak awal sudah banyak dengan kategori rusak ringan, sedang dan berat.
“Sekarang sudah ada lagi sekitar lima (rutilahu) yang sedang dalam proses koordinasi Baznas kabupaten dengan provinsi. Mudah-mudahan ini juga bisa terealisasi di bulan ini,” ujarnya kepada Cianjur Ekspres, Senin 2 November 2026.
Baznas pun merencanakan kembali program ini tetap berjalan di tahun depan untuk menyentuh warga yang memang benar-benar membutuhkan.
“Mudah-mudahan kedepannya bisa ada kerja bareng semua lini, baik dinas, Baznas, sektor-sektor swasta di sekitar kecamatan atau desanya. Sebetulnya ini sangat mungkin untuk digerakkan oleh camat, kades bersama-sama untuk menangani hal-hal seperti itu,” kata Toha.
Dia mengungkapkan, besaran bantuan perbaikan rutilahu bervariasi di kisaran Rp5 juta sampai dengan Rp20 juta melihat kondisi rumahnya.
“Pengajuan perbaikan rumah ada yang langsung ke Baznas, dan ada yang melalui UPZ desa dan kecamatan,” ucap Toha.
Di sisi lain, Toha menjelaskan, Baznas juga memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan mendasar terkait dengan pangan. Salah satu yang diproyeksikan yakni Baznas beserta perangkatnya akan menyisir ke bawah jangan sampai ada warga Cianjur yang tidak bisa makan atau kelaparan.
“Kita akan sangat concern untuk itu, karena ini nanti urusannya dengan fakir miskin, yatim sesuai dengan ketentuan asnaf. Mudah-mudahan ini bisa kolaborasi dengan semua pihak, pemerintah, Baznas, kecamatan, desa bahkan para muzaki, perusahaan-perusahaan mari bersama-sama menangani itu,” katanya.
Saat ini pun, kata Toha, Baznas juga langsung merespon ketika ada informasi yang bersifat segera terkait warga tidak bisa makan.
” Mudah-mudahan di tahun depan itu lebih terencana lagi, tersistemasi bagaimana UPZ di kecamatan dan desa bisa lebih menyisir,” pungkasnya.












