Pendaftar Kartu Pencari Kerja Melonjak, Lulusan SMA dan SMK Mendominasi

Ilustrasi-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur mencatat jumlah pendaftar naik lebih dari dua kali lipat dibanding awal tahun.(Foto: Gemini AI)

CIANJUREKSPRES.ID – Jumlah pendaftar kartu pencari kerja atau Siap Kerja ID di Kabupaten Cianjur mengalami peningkatan signifikan sepanjang lima bulan pertama 2026. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur mencatat jumlah pendaftar naik lebih dari dua kali lipat dibanding awal tahun.

Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Tenaga Kerja (PTK) Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Hero Laksono, mengatakan, berdasarkan data yang masuk melalui aplikasi Siap Kerja, jumlah pendaftar pada Januari 2026 tercatat sebanyak 369 orang.

Angka tersebut sempat turun menjadi 361 pendaftar pada Februari dan kembali menurun menjadi 219 pendaftar pada Maret. Namun, pada April jumlahnya meningkat menjadi 477 orang dan melonjak tajam pada Mei hingga mencapai 894 pendaftar.

“Kalau melihat data yang masuk dari Januari sampai Mei 2026 memang ada kenaikan yang cukup signifikan. Bahkan pada Mei mencapai 894 pendaftar, tertinggi dalam lima bulan terakhir,” kata Hero, Selasa 9 Juni 2026.

Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan memanfaatkan aplikasi Siap Kerja yang mulai diterapkan sejak 2025.

“Alhamdulillah masyarakat sudah banyak mengetahui aplikasi Siap Kerja. Sekarang mereka bisa mengurus kartu pencari kerja secara mandiri melalui ponsel tanpa harus datang ke kantor Disnaker,” katanya.

Hero menjelaskan, Siap Kerja ID merupakan kartu pencari kerja berbasis digital yang tersimpan dalam bentuk barcode di telepon genggam pemiliknya. Berbeda dengan AK-1 atau kartu kuning yang dicetak dalam bentuk fisik dan harus diperpanjang setiap enam bulan sekali.

“Kalau AK-1 bentuknya fisik dan ada masa perpanjangan setiap enam bulan. Sedangkan Siap Kerja ID berbentuk barcode dan bisa diakses secara online,” jelasnya.

Hero menuturkan, mayoritas pendaftar berasal dari kelompok usia 18 tahun ke atas yang baru lulus sekolah, terutama lulusan SMA dan SMK.

“Kalau dilihat dari data pendidikan terakhir, mayoritas pendaftar berasal dari lulusan SMA dan SMK sederajat. Terutama lulusan SMK yang memang banyak mempersiapkan diri untuk langsung masuk dunia kerja,” katanya.

Hero menilai meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memiliki dokumen pencari kerja juga menjadi penyebab naiknya jumlah pendaftar.

Dia memperkirakan jumlah pendaftar akan kembali meningkat pada Juni dan Juli seiring bertambahnya lulusan sekolah yang mulai mencari pekerjaan.

“Biasanya setelah masa kelulusan sekolah jumlah pendaftar bertambah. Banyak siswa yang sudah berusia 18 tahun langsung membuat Siap Kerja ID sebagai persiapan mencari pekerjaan,” ujarnya.

Hero menambahkan, bidang pekerjaan yang paling banyak diminati para pencari kerja di Cianjur saat ini masih didominasi sektor jasa, perdagangan, pemasaran, hingga ritel modern.

“Kalau melihat minat pencari kerja, banyak yang mengarah ke sektor jasa, pemasaran, retail modern seperti minimarket, hingga bidang marketing di berbagai perusahaan,” katanya.

Disnakertrans juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap lowongan kerja yang meminta sejumlah uang dalam proses rekrutmen.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap lowongan kerja yang meminta biaya. Proses pencarian kerja sekarang umumnya dilakukan secara online melalui jalur resmi perusahaan,” katanya.

Dia menegaskan, pembuatan Siap Kerja ID di Disnakertrans Kabupaten Cianjur tidak dipungut biaya alias gratis.

“Pelayanan pembuatan Siap Kerja ID gratis. Masyarakat bisa mengaksesnya secara online ataupun datang langsung ke Disnaker apabila mengalami kendala,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *