CIANJUREKSPRES.ID– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat resmi mengambil alih penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Jawa Barat 2026 setelah Pemerintah Kabupaten Garut memutuskan tidak lagi menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi anggaran Pemerintah Kabupaten Garut yang dinilai belum memungkinkan untuk menggelar ajang tingkat provinsi tersebut.
Menurut Dedi, MTQ Jawa Barat 2026 akan tetap dilaksanakan dengan Pemprov Jawa Barat sebagai tuan rumah. Meski mengusung nama MTQ 2026, pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung pada Januari 2027.
Pembukaan acara direncanakan digelar di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, sedangkan penutupan akan dilaksanakan di Masjid Raya Al Jabbar.
Selain memastikan kelangsungan penyelenggaraan, Dedi juga menekankan pentingnya menjaga integritas selama pelaksanaan MTQ, khususnya dalam proses penilaian peserta. Ia berharap seluruh tahapan lomba berlangsung secara objektif, transparan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran.
Menurutnya, MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga merupakan sarana memperkuat syiar Islam serta menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada masyarakat.
Dedi turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan perhatian dan dukungan terhadap penyelenggaraan MTQ Jawa Barat. Ia berharap kolaborasi semua pihak dapat memastikan pelaksanaan MTQ berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.












