CIANJUREKSPRES.ID – Para pedagang Pasar Ciranjang, Kabupaten Cianjur, berharap pemerintah mendorong masyarakat, khususnya aparatur sipil negara (ASN), agar lebih sering berbelanja di pasar tradisional guna menggerakkan roda perekonomian. Harapan tersebut disampaikan menyusul mulai menurunnya daya beli masyarakat setelah berakhirnya masa libur sekolah.
Kepala UPTD Pasar Ciranjang, Iman Rohiman, mengatakan, secara umum harga kebutuhan pokok di Pasar Ciranjang masih relatif stabil. Setelah Idulfitri dan Iduladha, beberapa komoditas seperti telur dan daging mengalami fluktuasi harga, sedangkan harga sayuran lokal cenderung mengalami penurunan.
“Untuk cabai memang ada yang turun, tetapi tidak terlalu signifikan. Sebagian besar pasokan berasal dari petani lokal, dan jika kurang kami mengambil dari Pasar Caringin Bandung,” ujarnya kepada Cianjur Ekspres, Selasa 4 Agustus 2026.
Iman menjelaskan, selama libur sekolah jumlah pengunjung pasar meningkat. Namun setelah aktivitas sekolah kembali normal, daya beli masyarakat menurun sekitar 20 persen.
“Penurunannya tidak signifikan, tetapi memang ada. Salah satu penyebabnya karena banyak pedagang di luar pasar. Pasar Ciranjang merupakan pasar pemerintah yang dikelilingi pasar desa, pasar PJKA, dan pasar swasta,” katanya.
Dia menambahkan, tingkat keterisian kios juga belum sepenuhnya optimal. Kios yang paling banyak tutup merupakan pedagang pakaian yang mengalami penurunan usaha cukup drastis, akibat persaingan dengan perdagangan daring. Sementara itu, los yang didominasi pedagang sayur dan daging masih terisi sekitar 90 persen.
Menurut Iman, berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan aktivitas perdagangan di pasar, salah satunya dengan mendorong pedagang saling berbelanja antar sesama pedagang agar perputaran uang tetap terjadi di dalam pasar.
Selain itu, pengelola pasar juga menggelar kegiatan senam setiap Sabtu sebagai inovasi untuk menarik lebih banyak pengunjung datang ke Pasar Ciranjang.
Sementara itu, salah seorang pedagang Pasar Ciranjang, Dadang (45), berharap pemerintah dapat mendorong ASN di Kabupaten Cianjur untuk berbelanja di pasar tradisional, terutama setiap menerima gaji.
“Kami berharap PNS di Kabupaten Cianjur bisa berbelanja di pasar tradisional setiap gajian. Dengan begitu, perputaran ekonomi di pasar bisa meningkat dan pedagang lebih terbantu,” ujarnya.












