CIANJUREKSPRES.ID – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau yang kerap disapa Cak Imin, menegaskan pentingnya transformasi pesantren sebagai pusat pemberdayaan umat yang mampu melahirkan masyarakat mandiri, berdaya saing, dan terbebas dari kemiskinan serta kebodohan.
Dalam kunjungannya ke Kabupaten Cianjur, Cak Imin, menyampaikan, tantangan masyarakat saat ini tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga rendahnya literasi di berbagai bidang.
Menurutnya, masyarakat harus terus meningkatkan literasi keuangan, teknologi, media sosial, dan perkembangan platform digital agar tidak mudah menjadi korban penipuan maupun kejahatan digital.
“Literasi bukan hanya keuangan. Literasi harus terus kita kembangkan dalam berbagai bidang, mulai dari literasi teknologi, literasi keuangan, hingga literasi perkembangan berbagai platform yang terus tumbuh di masyarakat,” ujar Cak Imin dalam pidatonya, di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri, Ciranjang, Selasa 4 Agustus 2026.
Dia mengatakan, pesantren memiliki peran strategis dalam menyebarkan dakwah, sekaligus membangun kualitas sumber daya manusia agar mampu menghadapi perkembangan zaman.
Cak Imin juga mengungkapkan tiga agenda kunjungannya ke Cianjur, yakni menghadiri kegiatan bersama pesantren, meluncurkan program pembangunan 10.000 MCK untuk pesantren di Indonesia, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap bekerja di luar negeri, agar tidak menjadi korban penyalur tenaga kerja ilegal.
Menurutnya, seluruh program tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren.
Dia menegaskan, pesantren harus mampu melahirkan generasi yang mandiri secara ekonomi, ideologi, dan politik. Namun, kemandirian politik yang dimaksud adalah membangun karakter masyarakat agar tidak mudah dipengaruhi maupun diperjualbelikan hak politiknya.
Cak Imin juga mengajak seluruh elemen pesantren untuk terus bersatu menghadapi berbagai keterbatasan, dan melakukan transformasi internal agar mampu menjalankan dakwah secara lebih efektif.
Di akhir sambutannya, dia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong pesantren menjadi kekuatan utama dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.












