Kampung Jogjogan di Cidaun Cianjur Terancam Abrasi Sungai Cidamar, Kebutuhan Pembangunan Tanggul Mendesak

Kampung Jogjogan, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur terancam abrasi Sungai Cidamar. Kebutuhan pembangunan tanggul pun semakin mendesak.(dok Camat Cidaun)

CIANJUREKSPRES.ID – Permukiman warga di Kampung Jogjogan, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur terancam abrasi Sungai Cidamar. Kebutuhan pembangunan tanggul pun semakin mendesak.

Camat Cidaun, Gagan Rusganda, menegaskan bahwa tanggul sungai di Kampung Jogjogan sangat dibutuhkan untuk menahan laju abrasi yang terus menggerus wilayah tersebut. Kondisi ini juga mengancam sejumlah kampung lainnya, yakni Kampung Kaum, Kampung Erang, Kampung Bobojong, Kampung Girang, dan Kampung Babakan.

Dia khawatir jika kondisi ini dibiarkan, wilayah kampung tersebut hanya akan tersisa nama. “Jangan sampai anak cucu ke depan hanya mengenal nama dengan sejarahnya, sementara wilayahnya sudah hilang karena tergerus abrasi,” katanya, Selasa 3 Februari 2026.

Pemerintah Kecamatan Cidaun pun berharap segera adanya solusi jangka panjang berupa pembangunan tanggul untuk melindungi permukiman warga dari ancaman bencana alam.

“Kami dari pemerintah Kecamatan Cidaun tentunya sangat berharap ada pembangunan tanggul,” kata Gagan.

Sebelumnya, ungkap Gagan, sejumlah warga di salah satu RT di Desa Cidamar terpaksa direlokasi karena lahan perkampungan mereka habis tergerus arus Sungai Cidamar.

Selain abrasi, banjir juga menjadi ancaman bagi permukiman warga. Informasi yang dihimpun, banjir di wilayah tersebut terjadi pada tahun 2004, 2014, dan kembali terulang pada 2022. Tidak adanya tanggul membuat luapan Sungai Cidamar dengan mudah meluas hingga ke area permukiman warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *