Hujan Deras Hampir Dua Pekan Sebabkan Banjir Bandang di Padang, Warga Panik

Hujan Deras Hampir Dua Pekan Sebabkan Banjir Bandang di Padang, Warga Panik
PORAK PORANDA. Konidisi sekitar Jembatan Gunung Nago, Kota Padang, Sumatera Barat usai bencana banjir bandang pada Jumat, 27 November 2025. (Foto: Rekan untuk Cianjur Ekspres)

CIANJUREKSPRES.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Padang selama hampir dua pekan menyebabkan aliran Sungai Gunuang Nago, Kota Padang, Sumatera Barat, meluap. Banjir bandang itu bahkan menghanyutkan material kayu serta batu hingga merusak jembatan pada Kamis, 26 November 2025.

Alif Riady Septyawan (20) warga sekitar, mengatakan Jembatan Gunung Nago terputus akibat banjir bandang pada Kamis pagi sekitar pukul 06.00 WIB akibat derasnya air.

“Pagi-pagi itu jembatannya sudah putus. Air sungai deras banget karena hujan dua pekan tak berhenti, bahkan matahari juga nggak ada sama sekali. Saya merasa takut, panik, tapi sekarang insyaallah aman,” kata Alif saat dihubungi Cianjur Ekspres via telepon, pada Jumat, 28 November 2025.

Menurutnya, pada malam harinya, sekitar pukul 23.00 WIB, dia yang sedang bersiap tidur kembali mendengar suara gemuruh air sungai. Alif keluar untuk memastikan kondisi sekitar, dan melihat air jadi lebih deras dari sebelumnya.

“Saya dengar suara air deras banget. Ternyata airnya sudah meluap ke jalan. Jarak kosan saya itu sekitar 500 meter dari sungai, tapi alhamdulillah, nggak kena. Cuma mati lampu karena tiang listriknya terdampak,” katanya.

Alif menyebutkan, saat air meluap, banjir bandang tersebut membawa gelondongan kayu-kayu besar seperti kayu jati dan beringin, serta bebatuan dari berbagai ukuran.

“Banjir bandang itu menghanyutkan kayu-kayu besar, ada yang dari pohon jati, pohon beringin. Batu juga ikut terbawa, ada yang kecil, ada yang besar,” katanya.

Menurutnya, luapan air terbesar terjadi mulai pukul 23.45 WIB hingga bertahan sampai sekitar pukul 07.00 WIB pagi. Air kemudian mulai surut sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi.

“Pagi ini sudah aman, air surut, cuma cuacanya masih mendung. Saya sekarang tinggal di kos teman saya, kondisinya insyaallah aman,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Padang, Fadly Amran, memberikan pernyataan resmi terkait banjir bandang yang melanda salah satu kawasan di Kota Padang. Dia menegaskan peristiwa tersebut bukan kejadian umum, melainkan fenomena alam yang berbahaya karena membawa material lumpur, kayu, hingga batu berukuran besar dengan arus yang sangat deras.

“Banjir bandang ini bukan kejadian biasa. Intensitas hujan ekstrem membuat debit air meningkat dalam waktu sangat cepat. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat, dan seluruh tim sudah kami kerahkan ke lapangan,” katanya dikutip dari bpbd.padang.go.id.

Fadly menjelaskan, banjir bandang kali ini membawa material cukup berat yang berpotensi mengancam warga di sekitar aliran sungai maupun daerah cekungan.

Selain itu, dia mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai, lereng perbukitan, serta wilayah rawan longsor.

“Kami meminta masyarakat segera melapor jika melihat tanda-tanda bahaya, seperti retakan tanah, pohon yang miring, atau kenaikan permukaan air sungai. Pemerintah Kota Padang bersama seluruh jajaran terkait akan terus bekerja hingga situasi benar-benar aman,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *