Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan Kamis, 11 Desember 2025. Pada penutupan sesi, harga saham BUMI berada di level Rp 372 per saham, menguat 14,11% dibandingkan hari sebelumnya. Lonjakan ini menjadi salah satu pergerakan terbesar di jajaran saham sektor pertambangan.
BUMI yang dikenal sebagai emiten batu bara besar Tanah Air kini memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp 101 triliun. Dalam rentang 52 minggu terakhir, saham perusahaan tersebut bergerak di kisaran Rp 70 hingga Rp 378, menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi.
Salah satu faktor yang memicu penguatan harga saham adalah kabar mengenai aksi korporasi terbaru BUMI. Perusahaan dilaporkan telah merampungkan akuisisi 100% saham Wolfram Limited, sebuah perusahaan pertambangan strategis yang beroperasi di Australia Barat. Sentimen positif dari akuisisi ini mendorong minat beli investor dan memperkuat optimisme terhadap prospek bisnis BUMI ke depan.
Saham BUMI selama ini memang sering menjadi sorotan pasar, baik dari analis maupun investor ritel. Beberapa tokoh pasar modal seperti Lo Kheng Hong pernah memberikan perhatian terhadap pergerakan saham ini. Meski begitu, pendapat mengenai prospek jangka panjang BUMI masih beragam, terutama karena karakter sahamnya yang dikenal fluktuatif.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan harga secara real-time, saham BUMI dapat diikuti melalui platform seperti TradingView, Investing.com, atau aplikasi sekuritas masing-masing. Kenaikan besar pada perdagangan kali ini membuat BUMI kembali menjadi salah satu saham yang paling aktif diperbincangkan di pasar modal.










