CIANJUREKSPRES.ID- Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, harga kebutuhan pokok di sejumlah daerah mulai menjadi perhatian masyarakat, termasuk harga daging. Di Jawa Barat, permintaan daging ayam dan sapi diperkirakan akan meningkat seiring dengan persiapan warga menyambut ibadah puasa. Meski demikian, hingga saat ini harga daging di pasaran masih terpantau relatif stabil.
Berdasarkan data terbaru, harga daging ayam broiler berada di kisaran Rp 41.602 per kilogram. Sementara itu, daging ayam kampung dibanderol lebih tinggi, yakni sekitar Rp 69.975 per kilogram. Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh metode pemeliharaan, kualitas daging, serta pasokan di pasaran.
Untuk jenis daging sapi, harga juga bervariasi tergantung potongan dan jenisnya. Daging sapi segar tercatat berada di angka Rp 137.753 per kilogram. Adapun daging sapi beku dijual lebih murah, yaitu sekitar Rp 115.178 per kilogram, sehingga menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin berhemat.
Rincian Harga Daging di Pasaran
Selain daging sapi umum, beberapa potongan khusus juga memiliki harga tersendiri. Daging sapi lokal bagian has dalam atau tenderloin dijual sekitar Rp 140.980 per kilogram. Sementara itu, bagian has luar atau sirloin berada di kisaran Rp 137.647 per kilogram.
Untuk bagian paha belakang, harga tercatat sekitar Rp 136.176 per kilogram, sedangkan paha depan berada di angka Rp 133.235 per kilogram. Adapun tetelan sapi, yang sering digunakan sebagai campuran masakan, dijual dengan harga Rp 82.107 per kilogram.
Perbedaan harga ini memberikan pilihan bagi masyarakat untuk menyesuaikan kebutuhan dan anggaran, terutama menjelang meningkatnya konsumsi daging selama Ramadan.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Daging
Stabilitas harga daging di Jawa Barat saat ini tidak terlepas dari ketersediaan pasokan yang masih mencukupi. Distribusi dari peternak dan pemasok berjalan lancar, sehingga tidak terjadi kelangkaan di pasar tradisional maupun modern.
Selain itu, pengawasan dari pemerintah daerah dan instansi terkait turut berperan dalam menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan. Langkah ini penting untuk mencegah lonjakan harga yang berlebihan menjelang bulan puasa.
Namun demikian, peningkatan permintaan biasanya mulai terasa satu hingga dua pekan sebelum Ramadan. Jika tidak diimbangi dengan pasokan yang memadai, harga daging berpotensi mengalami kenaikan.
Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Puasa
Masyarakat diimbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pola belanja yang wajar dapat membantu menjaga kestabilan harga di pasaran.
Di sisi lain, pedagang dan distributor diharapkan tetap menjaga ketersediaan stok agar kebutuhan konsumen tetap terpenuhi. Pemerintah juga berencana menggelar operasi pasar jika terjadi lonjakan harga yang signifikan.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan harga daging di Jawa Barat tetap terkendali hingga memasuki bulan Ramadan.
Menjelang bulan puasa, harga daging di Jawa Barat masih berada dalam kondisi yang relatif stabil. Daging ayam broiler, ayam kampung, serta berbagai jenis daging sapi masih tersedia dengan harga yang bervariasi sesuai kualitas dan potongannya.
Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kondisi ini untuk memenuhi kebutuhan dapur secara bijak. Dengan perencanaan yang baik, persiapan menyambut Ramadan dapat berjalan lancar tanpa terbebani lonjakan harga bahan pangan.












