CIANJUREKSPRES.ID- Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang dijual PT Pertamina (Persero) terpantau masih stabil pada Selasa, 6 Januari 2026. Mengacu pada update harga per 1 Januari 2026, belum ada penyesuaian harga lanjutan di awal pekan ini.
BBM yang tercantum meliputi Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Pertamax, dan Pertalite dengan harga yang bervariasi di setiap wilayah Indonesia. Perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh faktor distribusi, biaya logistik, serta kondisi geografis masing-masing daerah.
Daftar Harga BBM Pertamina per 6 Januari 2026
Berikut rangkuman harga BBM nonsubsidi di sejumlah provinsi:
Provinsi Aceh
Pertamax Turbo: Rp13.400 per liter
Pertamax: Rp12.800 per liter
Pertalite: Rp10.000 per liter
Sumatera Utara
Pertamax Turbo: Rp13.400 per liter
Pertamax: Rp12.800 per liter
Pertalite: Rp10.000 per liter
Sumatera Barat
Pertamax Turbo: Rp13.700 per liter
Pertamax: Rp12.800 per liter
Pertalite: Rp10.000 per liter
Riau dan Kepulauan Riau
Pertamax Turbo: Rp14.000 per liter
Pertamax: Rp12.950 per liter
Pertalite: Rp10.000 per liter
Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung
Pertamax Turbo: Rp13.700 per liter
Pertamax: Rp12.650 per liter
Pertalite: Rp10.000 per liter
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat
Pertamax Turbo: Rp13.400 per liter
Pertamax Green 95: Rp13.150 per liter
Pertamax: Rp12.350 per liter
Pertalite: Rp10.000 per liter
Sementara itu, untuk wilayah Free Trade Zone (FTZ) seperti Sabang dan Batam, harga BBM cenderung lebih rendah dibandingkan wilayah lain, khususnya untuk jenis Pertamax dan Pertalite.
Belum Ada Penyesuaian Harga
Hingga 6 Januari 2026, Pertamina belum mengumumkan adanya perubahan harga BBM terbaru setelah penyesuaian per 1 Januari 2026. Dengan demikian, harga yang berlaku saat ini masih mengacu pada daftar harga awal bulan.
Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari Pertamina, terutama jika terjadi perubahan harga akibat fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
Harga BBM Pertamina hari ini, Selasa 6 Januari 2026, masih stabil dan belum mengalami kenaikan maupun penurunan. Perbedaan harga antarwilayah tetap ada, namun secara umum tidak jauh berbeda. Kondisi ini memberikan kepastian bagi masyarakat dalam merencanakan kebutuhan transportasi di awal tahun 2026.












