CIANJUREKSPRES.ID – Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur menggelar rapat evaluasi kinerja tahun 2025 dengan RSUD Sayang Cianjur di Gedung DPRD Cianjur, Senin 22 Desember 2025. Penumpukan pasien di instalasi gawat darurat (IGD) dan antrean pengambilan obat menjadi dua hal yang disorot.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Rian Purwa Wiwitan, mengatakan, pihaknya menemukan banyak sekali permasalahan krusial terkait pelayanan di RSUD Sayang Cianjur saat melakukan kunjungan lapangan.
“Yang kami soroti untuk bisa diperbaiki segera, pertama adalah penumpukan pasien di IGD. Kami berharap bisa segera di urai dengan beberapa cara oleh RSUD Cianjur,” katanya kepada Cianjur Ekspres usai rapat.
“Kedua adalah, penumpukan atau antrean di farmasi bagi yang akan mengambil atau menebus obat. Kami menyarankan dan merekomendasikan ke RSUD untuk membuat sistem yang bisa mengurai antrean. Salah satunya adalah kami meminta agar RSUD bisa memaksimalkan lagi pelayanan elektronik resep, dan delivery (baca: pengiriman) obat untuk di area Cianjur dan sekitarnya,” sambung Rian.
Dia mengatakan, pihak RSUD Sayang menyampaikan akan melakukan upaya penguraian penumpukan pasien dengan memperbaiki fasilitas atau menambah ruang IGD darurat. Termasuk memaksimalkan dan memetakan tenaga kesehatan supaya bisa lebih maksimal.
“Alasan terjadinya penumpukan (pasien,red) di IGD kami juga sudah tanyakan. Mereka mengatakan masalah ruangan itu di RSUD Cianjur hanya 490 sekian tempat tidur rawat inap, seharusnya kan kalau sebelum KRIS (kelas rawat inap standar) hampir 500 lebih kamar rawat inap. Karena memang sekarang sudah KRIS, jadi hanya 400 sekian kamar,” ungkap Rian.
Masalah lainnya, jelas Rian, pihak RSUD Sayang juga akan memperbaiki alat seperti CT Scan dan sebagainya, karena rata-rata penumpukan (pasien di IGD,red) itu berkaitan dengan masalah alat.
“Kita sudah minta urai, dan mereka sudah mulai urai dengan menambah ruangan-ruangan transit di IGD karena yang menjadi permasalahan bagi kami banyak pasien yang sampai keluar. Seharusnya bisa terfasilitasi dengan baik di dalam, makanya kami meminta supaya agar bisa lebih difasilitasi,” tegas Politisi PDIP tersebut.












