Empat Warga Cianjur Meninggal Dunia dan Satu Kritis, Diduga Usai Konsumsi Miras Oplosan

Kasat Narkoba Polres Cianjur, AKP Tatang Sunarya.

CIANJUREKSPRES.ID – Empat orang warga Kabupaten Cianjur meninggal dunia diduga setelah mengkonsumsi minuman keras (miras) oplosan. Kasus tersebut pun masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Informasi yang dihimpun Cianjur Ekspres, selain empat korban meninggal, satu orang lainnya saat ini masih dalam kritis dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Kasat Narkoba Polres Cianjur, AKP Tatang Sunarya, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

“Setelah kami cek ke Kecamatan Mande, benar ada empat warga yang meninggal dunia dan satu orang lainnya dalam kondisi kritis di rumah sakit,” katanya, Jumat 27 Maret 2026.

Dari hasil penyelidikan sementara, para korban diketahui sempat mengeluhkan gejala serupa, seperti sakit perut dan muntah. Namun, waktu munculnya gejala hingga meninggal dunia tidak terjadi secara bersamaan.

Tatang menjelaskan, korban berinisial FA (23) mulai mengalami gejala pada 24 Maret 2026 dan meninggal keesokan harinya. Sementara MR (22) mengeluhkan sakit sejak 21 Maret dan meninggal pada 26 Maret 2026.

“Dua korban lainnya, yakni L meninggal pada 25 Maret, dan DO pada 26 Maret. Jadi waktunya berbeda-beda, baik saat mulai sakit maupun saat meninggal,” katanya.

Selain itu, satu korban lain berinisial NH mengalami gejala serupa pada 24 Maret dan kini masih dirawat di RSUD Sayang dalam kondisi kritis.

“Korban yang dirawat belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam kondisi kritis. Kami berharap segera membaik agar bisa memberikan informasi lebih lanjut,” katanya.

Tatang mengatakan, berdasarkan penelusuran awa diduga para korban sempat mengonsumsi minuman beralkohol racikan sendiri. Namun jenis minuman, lokasi, serta waktu pasti konsumsi masih belum diketahui.

“Informasi sementara memang ada dugaan mengonsumsi minuman yang diracik sendiri. Tapi detailnya masih kami dalami karena pihak keluarga juga tidak mengetahui secara pasti,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Cianjur, AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, menegaskan, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kematian para korban dan masih terus melakukan pendalaman.

“Proses penyelidikan masih berjalan untuk memastikan apakah ini murni akibat konsumsi minuman keras atau ada faktor lain seperti penyakit,” katanya.

Dia menambahkan, keterangan dari keluarga korban juga beragam, mulai dari dugaan gangguan lambung hingga penyakit lain, sehingga perlu dilakukan pembuktian lebih lanjut.

Di sisi lain, pihak RSUD Sayang Cianjur juga masih melakukan pemeriksaan terhadap korban yang selamat. Humas RSUD Sayang, Raya Sandi, menyebut belum ditemukan indikasi kuat keracunan alkohol dari hasil pemeriksaan awal.

“Belum ada indikasi keracunan alkohol, namun pemeriksaan lanjutan masih dilakukan untuk mengetahui apakah ada kaitan dengan riwayat konsumsi alkohol,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *