CIANJUREKSPRES.ID – Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian bersama para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) menggelar rapat koordinasi bertajuk Sawala Sauyunan di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jumat 6 Maret 2026.
Rapat tersebut digelar sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran, sekaligus membahas sejumlah isu sosial yang tengah menjadi perhatian masyarakat, termasuk kasus viral pencurian labu siam yang berujung pada penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Berdasarkan pantauan Cianjur Ekspres, setelah rapat, Bupati Cianjur juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah ruangan di Kantor Disdikpora yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama para kepala OPD.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan, rapat koordinasi tersebut kini dikemas dengan konsep Sawala Sauyunan yang dilaksanakan di berbagai kantor pemerintahan sebagai bagian dari efisiensi.
“Sekarang kita rapat koordinasi dengan seluruh kepala OPD, sekarang kami namakan Sawala Sauyunan. Karena efisiensi, rapat-rapat tidak kita lakukan di hotel-hotel mewah atau di gedung-gedung berbayar,” kata Wahyu kepada Cianjur Ekspres.
Menurutnya, rapat kini dilaksanakan di kantor dinas, kantor kecamatan, puskesmas, maupun tempat lain milik pemerintah agar tidak menimbulkan biaya tambahan.
“Kita melakukan rapat di kantor dinas, kantor kecamatan, puskesmas dan dimanapun. Yang jelas tidak mengeluarkan biaya,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Pemkab Cianjur juga membahas berbagai kejadian terkini di masyarakat, termasuk persoalan sosial yang belakangan viral di media sosial.
“Dan hari ini kita membahas isu-isu, kejadian-kejadian terkini yang ada di Kabupaten Cianjur dan tentunya kita berharap bisa mendapatkan solusi-solusi yang nyata dan komprehensif bagi masyarakat,” katanya.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah kasus pencurian labu siam yang berujung pada penganiayaan terhadap seorang warga hingga meninggal dunia.
“Poin penting saat ini mengenai kemarin isu sosial dan isu tentang ekonomi dari warga kita yang kedapatan mencuri labu, kemudian dilakukan penganiayaan. Ini kita perintahkan kepada OPD terkait untuk melakukan langkah-langkah pendataan yang lebih spesifik kepada masyarakat yang rentan dan terkena musibah atau kemiskinan,” ungkapnya.
Dia juga meminta agar pendataan lebih difokuskan pada masyarakat rentan, termasuk orang tua yang hidup seorang diri, agar bantuan sosial bisa disalurkan lebih tepat sasaran.
“Dan juga para orangtua yang sendirian. Sehingga bantuan sosial bisa lebih tepat sasaran,” kata dia.
Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat dapat berubah sewaktu-waktu sehingga data penerima bantuan perlu terus diperbarui.
“Saat ini bantuan sudah berjalan, tapi mungkin taraf ekonomi tiap orang bisa berubah. Yang awalnya tidak mampu bisa kemudian jadi mampu, atau dari mampu dapat musibah jadi tidak mampu, sehingga dilakukan update,” pungkasnya.












