CIANJUREKSPRES.ID – Bulog Subdivre Cianjur mencatat selama Januari 2026 telah menyerap sebanyak 3.500 ton gabah atau sekitar 10 persen dari total target tahunan sebesar 33.700 ton.
Kepala Perum Bulog Subdivre Cianjur, Yanto Nurdianto, mengatakan, bahwa penyerapan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional.
“Melalui harga pembelian yang ditetapkan sebesar Rp6.500, Bulog berharap dapat meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayah Cianjur dan Sukabumi,” katanya, Minggu 8 Februari 2026.
Selain itu lanjut dia, Bulog berperan sebagai offtaker yang memberikan kepastian pasar bagi hasil panen masyarakat.
“Dengan adanya kepastian pasar ini, kami berharap petani termotivasi untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas gabah mereka,” ucap Yanto.
Yanto mengatakan, Bulog Cianjur melakukan berbagai langkah strategis, seperti pendampingan Lapangan bekerja sama dengan Kodim melalui Babinsa untuk memetakan potensi panen di berbagai titik. Hal ini dilakukan untuk mengejar target penyerapan.
“Kemudian dilaksanakan koordinasi Teknis dan melakukan sinergi dengan Dinas Pertanian, PPL, serta gabungan kelompok tani (Gapoktan). Kami juga Memastikan padi dipanen pada usia yang tepat untuk menjaga kualitas hasil giling,” katanya.
Bulog menjamin kualitas beras yang disimpan di gudang akan tetap sesuai standar atau kadar air 14 persen melalui proses pengolahan di mitra maklon. Meskipun saat ini memasuki musim hujan yang berisiko pada tingginya kadar air gabah.
“Puncak penyerapan diprediksi akan terjadi pada masa panen raya antara bulan Maret hingga Juni 2026,” kata Yanto.
Yanto mengungkapkan, pihaknya menargetkan sekitar 80 persen dari total target tahunan dapat terserap pada semester pertama ini. Pasalnya di wilayah Cianjur Selatan, seperti Cidahu, Naringgul, dan Pagelaran, dinilai memiliki potensi panen yang sangat besar.
“Kami juga mendapatkan penugasan untuk menyerap komoditas jagung. Bekerja sama dengan Polres sebagai pendamping. Target penyerapan sekitar 6.000 ton jagung pipil kering dengan harga beli di gudang sebesar Rp6.700 per kilogram,” katanya.
Yanto menegaskan, stok beras medium di Gudang Bulog Cianjur saat ini tercatat ada sebanyak 15.00 ton, dan dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan ketahanan pangan selama lima bulan kedepan.












