CIANJUREKSPRES.ID- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dan merangkum berbagai kejadian bencana beserta langkah penanganan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam kurun waktu Selasa (27/1) pukul 07.00 WIB hingga Rabu (28/1) pukul 07.00 WIB. Pada periode tersebut, kejadian bencana geologi menjadi salah satu fokus utama penanganan di sejumlah wilayah Indonesia.
Salah satu peristiwa geologi yang terjadi adalah gempa bumi di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (27/1) pukul 08.20 WIB. Gempa dengan kekuatan magnitudo 5,5 dan kedalaman 105 kilometer tersebut dirasakan oleh masyarakat di beberapa daerah, antara lain Ponorogo, Trenggalek, hingga Yogyakarta. Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Trenggalek mengevakuasi tiga orang korban luka yang selanjutnya mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, dampak kerusakan material dilaporkan berupa kerusakan ringan pada kantor kecamatan di wilayah Kecamatan Dongko.
Peristiwa gempa bumi juga terjadi di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Gempa berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (27/1) pukul 13.15 WIB dengan kedalaman 11 kilometer. Berdasarkan data sementara dari BPBD setempat, tercatat dua orang mengalami luka sedang dan sebanyak 18 kepala keluarga terdampak. Selain itu, kerusakan material meliputi 17 rumah dengan kategori rusak ringan, satu rumah rusak sedang, serta satu fasilitas pendidikan yang turut terdampak.
Pasca kejadian gempa di Klaten, sebagian besar warga yang rumahnya mengalami kerusakan telah melakukan perbaikan secara mandiri. Korban luka telah mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan setempat. Adapun wilayah yang merasakan guncangan gempa meliputi Kecamatan Kalikotes, Wedi, Gantiwarno, Bayat, dan Prambanan.
Di tengah terjadinya rangkaian gempa tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah bersama masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap berbagai potensi bencana, baik yang bersifat geologi maupun hidrometeorologi. Mengingat saat ini masih berada pada puncak musim hujan, potensi banjir dan tanah longsor masih dapat mengancam sejumlah wilayah di Indonesia.
Berdasarkan prakiraan cuaca, sebagian besar wilayah Tanah Air terpantau berpotensi mengalami cuaca ekstrem, seperti hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai angin kencang. Untuk wilayah Pulau Jawa, potensi cuaca ekstrem teridentifikasi antara lain di Provinsi Banten dan Jawa Timur.
Sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman hidrometeorologi, BNPB mengimbau BPBD di daerah untuk melakukan perencanaan kedaruratan sejak fase awal guna menghadapi kemungkinan situasi krisis atau bencana. Selain itu, pemantauan kondisi wilayah melalui Pusat Pengendalian Operasi daerah perlu terus dilakukan dengan melibatkan BMKG dan unsur terkait, guna memastikan analisis cuaca, penyampaian informasi publik, serta peringatan dini dapat diteruskan kepada masyarakat secara tepat waktu.












