BMKG Peringatkan Dampak Bibit Siklon Tropis 95S dan Bakung, Sejumlah Wilayah Berpotensi Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait dampak bibit siklon tropis yang terpantau di wilayah Indonesia pada Selasa, 16 Desember 2025. Dua sistem yang menjadi perhatian adalah Bibit Siklon Tropis 95S dan sistem Bakung. Keberadaan kedua bibit siklon ini berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah, khususnya di bagian timur dan barat Indonesia.

BMKG mencatat Bibit Siklon Tropis 95S berpotensi memicu peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang. Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem akibat bibit siklon ini meliputi Papua Selatan dan Maluku. Masyarakat di wilayah tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan lebat, banjir, tanah longsor, serta gangguan aktivitas sehari-hari akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.

Selain cuaca ekstrem di daratan, Bibit Siklon Tropis 95S juga berpotensi menyebabkan gelombang laut tinggi. Beberapa wilayah perairan yang terdampak antara lain Laut Arafuru bagian tertentu serta perairan Samudera Hindia di wilayah selatan. Kondisi ini dapat membahayakan aktivitas pelayaran, perikanan, dan transportasi laut. BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melaut.

Sementara itu, sistem Bakung juga terpantau memberikan dampak signifikan terhadap cuaca di wilayah barat Indonesia. BMKG mencatat adanya potensi cuaca ekstrem di Provinsi Bengkulu dan Lampung. Hujan lebat disertai angin kencang berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan, sehingga masyarakat diminta waspada terhadap potensi banjir, genangan air, serta gangguan infrastruktur.

Dari sisi kelautan, sistem Bakung berpotensi menyebabkan gelombang tinggi di perairan Samudera Hindia bagian barat. Gelombang tinggi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal kecil dan nelayan tradisional. BMKG menegaskan pentingnya memperhatikan prakiraan cuaca maritim sebelum melakukan aktivitas di laut.

BMKG terus memantau perkembangan kedua sistem tersebut secara intensif dan akan memberikan pembaruan informasi jika terjadi perubahan signifikan. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk mengikuti informasi resmi BMKG melalui kanal komunikasi yang tersedia, termasuk layanan Contact Center 196, situs resmi, dan media sosial BMKG.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat menyiapkan langkah mitigasi bencana, termasuk kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan dampak hidrometeorologi. Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengutamakan keselamatan dalam beraktivitas.

Dengan memasuki periode cuaca ekstrem, kewaspadaan bersama menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh bibit siklon tropis maupun sistem cuaca lainnya yang berpotensi berkembang di wilayah Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *