CIANJUREKSPRES.ID- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat mengenai potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia pada 9–11 September 2026.
Potensi cuaca ekstrem tersebut meliputi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang. Masyarakat di wilayah yang masuk dalam daftar peringatan diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak cuaca buruk.
Berdasarkan informasi BMKG, pada 9 September 2026 terdapat sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Salah satunya Jawa Barat yang masuk kategori waspada untuk potensi hujan sedang hingga lebat.
Selain Jawa Barat, kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Aceh, Kalimantan Utara, Papua Barat Daya, Riau, Sumatera Barat, serta beberapa wilayah lainnya.
Sementara itu, angin kencang juga berpotensi terjadi di sejumlah daerah pada 9–11 September 2026. Wilayah yang perlu mewaspadai kondisi tersebut antara lain Bali, Banten, Jawa Timur, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan beberapa daerah lainnya.
Untuk Jawa Timur, potensi angin kencang diperkirakan masih dapat terjadi hingga 11 September 2026. Kondisi serupa juga tercatat di Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara.
BMKG juga mencatat adanya wilayah yang berada pada kategori Siaga karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Aceh dan Sumatera Utara menjadi wilayah yang mendapatkan perhatian khusus pada 7–9 September 2026.
Selain itu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Papua Barat Daya juga tercatat memiliki potensi hujan sedang hingga lebat pada periode tertentu dalam pemantauan BMKG.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Kewaspadaan diperlukan, terutama bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan atau tinggal di wilayah yang berpotensi terdampak hujan lebat dan angin kencang.
Cuaca ekstrem dapat menimbulkan berbagai dampak seperti genangan, pohon tumbang, gangguan perjalanan, hingga kerusakan pada sejumlah fasilitas. Karena itu, masyarakat disarankan melakukan langkah antisipasi dan mengikuti informasi serta peringatan resmi dari BMKG.
Informasi potensi cuaca ekstrem tersebut merupakan bagian dari pemantauan BMKG untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca yang dapat berubah dengan cepat.












