CIANJUREKSPRES.ID – Volume kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek menjelang libur Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 mencapai 1.810.134 unit pada periode H-10 hingga H-1 (11–20 Maret 2026).
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa angka tersebut meningkat 25,5 persen dibandingkan kondisi normal sebesar 1.442.037 kendaraan. Jumlah ini juga telah mencapai sekitar 51,3 persen dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan yang diperkirakan keluar Jabotabek selama periode mudik.
Sebagian besar kendaraan bergerak ke arah timur, yakni menuju Trans Jawa dan Bandung dengan total 989.628 kendaraan atau 54,7 persen. Sementara itu, sebanyak 465.840 kendaraan (25,7 persen) menuju arah barat (Merak), dan 354.666 kendaraan (19,6 persen) ke arah selatan (Puncak).
Pada H-1 Lebaran, volume kendaraan yang keluar Jabotabek tercatat 117.606 kendaraan, lebih rendah 27 persen dibandingkan lalu lintas normal. Meski demikian, potensi peningkatan mobilitas masih diperkirakan terjadi seiring aktivitas silaturahmi masyarakat.
Untuk mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas, PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah memperkuat layanan operasional di berbagai ruas tol. Langkah yang dilakukan antara lain optimalisasi gardu tol, kesiapan petugas selama 24 jam, serta pemantauan lalu lintas secara real time melalui sistem digital.
Masyarakat juga diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, terutama menjelang arus balik yang diprediksi mencapai puncaknya pada 24 Maret 2026. Selain itu, pengguna jalan diminta memastikan kondisi kendaraan prima, kecukupan bahan bakar, serta saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol.
Dengan kesiapan ini, diharapkan perjalanan mudik dan arus balik Lebaran dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.












