CIANJUREKSPRES.ID – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Asep Guntara terus mendorong pemerintah daerah (Pemda) agar mengalokasikan anggaran untuk perbaikan daerah irigasi.
Pasalnya, ungkap Asep, masih terdapat 43 persen daerah irigasi yang di bawah kewenangan Kabupaten Cianjur kondisinya belum baik dari total 161 daerah irigasi.
“Ini jadi PR (pekerjaan rumah) yang 43 persen bisa diperbaiki. Irigasi ini vital bagi pertanian,” katanya dalam Podcast Bilik Parlemen Cianjur Ekspres, Rabu 17 Desember 2025.
Menurutnya, apabila anggaran kabupaten tidak bisa mencukupi, bisa bersama-sama mencari solusinya. Misalnya, ungkap Asep, bisa dengan Pemerintah Pusat melakukan komunikasi ke kementerian terkait, atau pemerintah provinsi.
“Jadi semua sumber-sumber pendanaan untuk pembangunan irigasi bisa kita upayakan yang penting kita ada keinginan,” katanya.
Dia menegaskan, apabila seluruh daerah irigasi di Cianjur memiliki kondisi yang baik dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian khususnya sawah.
“Ketika hasil pertanian meningkat, ekonomi bergerak dan petani sejahtera,” ucap Asep.
Seperti diketahui, terdapat tiga kategori daerah irigasi di Kabupaten Cianjur. Ada yang merupakan kewenangan Pemerintah Pusat yakni Daerah Irigasi Cihea. Lalu provinsi tujuh daerah irigasi, serta Kabupaten Cianjur 161 daerah irigasi.
“Kondisinya masing masing berbeda-beda. Cihea kemarin sudah diperbaiki oleh pusat, yang provinsi beberapa sudah diperbaiki kondisinya seperti contoh di daerah irigasi Cibalagung mengairi tiga kecamatan, Mande Karangtengah dan Sukaluyu dengan cara dikeruk untuk normalisasi alirannya,” papar Asep Guntara.












