Pemkab Cianjur Tahun Ini Rehab 36 Ruang Kelas SD Rusak Berat, Alokasikan Rp3,6 M

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Rifki Mohammad Ramdan
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Rifki Mohammad Ramdan.(Cianjur Ekspres/Herry Febriyanto)

CIANJUREKSPRES.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur mengalokasikan anggaran sekitar Rp3,6 miliar untuk merehabilitasi sebanyak 36 ruang kelas yang mengalami rusak berat di 20 sekolah dasar (SD).

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Rifki Mohammad Ramdan, mengatakan, besaran anggaran rehabilitasi masing-masing ruang kelas tersebut Rp100 juta dengan total anggaran keseluruhan yang bersumber dari APBD mencapai Rp3,6 miliar.

“Jumlah perbaikannya variatif, ada yang dua lokal dan satu lokal,” katanya kepada Cianjur Ekspres, Senin 25 Mei 2026.

Dia mengakui, bahwa sebetulnya dari sisi pagu anggaran kurang untuk kebutuhan rehabilitasi ruang kelas. Pasalnya kondisi saat ini terdapat 496 ruang kelas yang rusak berat tersebar di 125 SD.

“Kita berupaya sebetulnya melalui kementerian pendidikan mengusulkan untuk program revitalisasi di tahun 2026. Draftnya sudah diusulkan kurang lebih ada 200 sekolah, tapi menunggu hasil verifikasi dan validasi kementerian. Nanti bentuknya SK penetapan sekolah penerima bantuan revitalisasi,” ujar Rifki.

Selain ke kementerian, kata Rifki, Disdikpora Cianjur juga mengusulkan bantuan keuangan ke Provinsi Jawa Barat untuk tahun 2027.

“Rehab sendiri kalau kita lihat data, idealnya kalau fokus ke 496 unit itu (rusak berat,red) dengan biaya Rp100 juta, kurang lebih Rp49,6 miliar,” tutur Rifki.

Lebih lanjut dia menyinggung terkait proyek strategis daerah Kabupaten Cianjur 2026 di sektor pendidikan mengenai rehabilitasi ruang kelas SD sekitar Rp525 juta.

“Kaitan dengan proyek strategis daerah dalam rangka pemenuhan MCP (Monitoring Center for Prevention) KPK. Jadi ada beberapa titik yang memang dikonsolidasikan, tiga sekolah sejumlah Rp525 juta, dan ini artinya pekerjaannya dikonsolidasikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *