Dewan Pendidikan Cianjur Soroti Anak Putus Sekolah Jelang Tahun Ajaran Baru

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Cianjur, Moch Ginanjar. (Foto: Cianjur Ekspres / Akmal Esa Nugraha)

CIANJUREKSPRES.ID – Dewan Pendidikan Kabupaten Cianjur menyoroti persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) hingga kualitas lulusan menjelang akhir tahun ajaran 2026. Pihaknya meminta seluruh sekolah dan pemerintah daerah memperkuat pengawasan agar tidak ada siswa yang putus sekolah saat melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Cianjur, Moch Ginanjar, mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus melakukan evaluasi pendidikan, khususnya terhadap lulusan tingkat SD dan SMP.

“Sekarang ini momentum evaluasi akhir tahun. Jangan sampai anak-anak lulusan SD maupun SMP ada yang tidak melanjutkan sekolah,” katanya, Rabu 20 Mei 2026.

Dia menyebut Pemkab Cianjur saat ini tengah menjalankan program ‘Sekolah Maung’ sebagai bagian dari program Manusia Unggul yang diprioritaskan di sejumlah sekolah unggulan.

“Cianjur sekarang akan ada program Sekolah Maung, yaitu program Manusia Unggul. Saat ini sudah ditempatkan di SMA 1 dan SMK 1 sebagai sekolah unggulan,” katanya.

Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan menciptakan lulusan yang berkarakter.

“Mudah-mudahan ke depan Cianjur bisa memberikan kontribusi untuk mencetak kader-kader pendidikan yang berkarakter,” ujarnya.

Ginanjar juga mengatakan, Dewan Pendidikan saat ini sedang fokus mengawal penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Cianjur.

Dia mengapresiasi langkah Bupati Cianjur yang telah menerbitkan Keputusan Bupati (KepBup) terkait pencegahan dan penanganan ATS.

“Saya bersyukur Pak Bupati sudah menurunkan Kepbup tentang pencegahan dan penanganan anak tidak sekolah,” tuturnya.

Menurutnya, dalam aturan tersebut sudah dibentuk tim khusus untuk mempercepat penanganan ATS di Kabupaten Cianjur.

“Di dalam Kepbup itu sudah ada tim agar penanganannya bisa berjalan efektif dengan membuat rencana aksi,” katanya.

Dia juga menyampaikan, Dewan Pendidikan saat ini terus memberikan masukan dan pertimbangan agar pelaksanaan KepBup tersebut berjalan maksimal.

Selain itu. Ginanjar menyebut beberapa wilayah yang masih menjadi perhatian terkait tingginya angka ATS di antaranya Kecamatan Sukaresmi dan Cibeber.

“Sukaresmi dari data hampir 2.000 orang dan Cibeber menjadi salah satu wilayah yang masih terus dituntaskan secara bertahap,” kata Ginanjar.

Menurutnya, penanganan ATS perlu dilakukan melalui konsolidasi data lintas instansi, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, hingga Dinas Sosial.

“Harus ada konsolidasi data antar dinas supaya penanganannya tepat sasaran,” katanya.

Selain itu, evaluasi terhadap lulusan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) juga dinilai penting untuk membantu menekan angka anak tidak sekolah di Kabupaten Cianjur.

“Mudah-mudahan dengan Kepbup ini penanganan ATS di Kabupaten Cianjur bisa lebih cepat tuntas,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *