CIANJUREKSPRES.ID – Ribuan buruh dari Cianjur mengikuti Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Ketua Buruh Cianjur, Asep Saepul Malik, mengatakan, sebelum pelaksanaan aksi, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang dipimpin Presiden KSPI Said Iqbal telah diundang ke Istana Negara untuk bertemu Presiden RI Prabowo Subianto.
“Dua hari sebelum May Day, KSPI diundang ke Istana Negara dan bertemu langsung dengan Presiden. Kami menyampaikan 11 tuntutan buruh, dan alhamdulillah mendapat respons langsung,” kata Asep, Jumat, 1 Mei 2026, saat dihubungi Cianjur Ekspres.
Dia menjelaskan, sejumlah tuntutan tersebut di antaranya pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru, penghapusan outsourcing dan upah murah, hingga reformasi pajak bagi pekerja.
Selain itu, buruh juga mendorong perlindungan terhadap industri nasional, pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu, hingga penurunan potongan tarif ojek online.
“Tuntutannya yaitu, yang pertama, sahkan UU Ketenagakerjaan yang baru. Kedua, HOSTUM: Hapus Outsourcing Tolak Upah Murah. Ketiga, Ancaman PHK di Depan Mata Akibat Perang dan Impor Mobil. Keempat, Reformasi Pajak: Hapus Pajak THR, Bonus Tahunan, JHT, dan Pensiun. Kelima, Selamatkan Industri TPT dan Nikel. Keenam, Moratorium Pendirian Pabrik Baru di Industri Semen. Ketujuh, Sahkan RUU Perampasan Aset. Kedelapan, Angkat PPPK Paruh Waktu Menjadi ASN PPPK Penuh Waktu. Kesembilan, Ratifikasi Konvensi ILO No. 190. Lalu kesepuluh, Turunkan Potongan Tarif Ojol Menjadi 10%. Serta yang terakhir, kesebelas, Revisi UU No 2 Tahun 2004,” katanya.
Asep menyebut, dari Kabupaten Cianjur sekitar seribu buruh turut berangkat ke Jakarta untuk mengikuti peringatan May Day.
“Dari Cianjur kurang lebih seribuan buruh berangkat ke Jakarta. Mayoritas ke Monas. Kami berangkat jam tiga subuh dan pukul delapan pagi sudah sampai di lokasi,” katanya.
Dia menuturkan, dengan adanya respons positif dari pemerintah, peringatan May Day tahun ini lebih difokuskan pada kegiatan perayaan dibandingkan aksi demonstrasi.
“Untuk tahun ini, karena ada respons baik dari pemerintah, khususnya Presiden, May Day kita lebih ke perayaan,” katanya.
Menurutnya, peringatan May Day di Cianjur akan digelar pada 7 Mei 2026 mendatang yang berlokasi di Pemkab Cianjur.
“Di Cianjur sendiri insyaallah perayaan May Day akan dilaksanakan tanggal 7 Mei di Pemda Cianjur,” katanya.
Dia berharap, momentum May Day tahun ini dapat menjadi titik kebangkitan buruh untuk memperjuangkan kesejahteraan yang lebih baik.
“Harapannya May Day ini menjadi momentum kebangkitan buruh ke arah yang lebih baik, sebagai pengingat perjuangan para buruh terdahulu,” katanya.
Asep juga berharap seluruh tuntutan yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah.
“Respons sudah ada dari Presiden, tinggal tindak lanjutnya. Kita tunggu bersama,” pungkasnya.












