Kecelakaan KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur: Stasiun Ditutup, Perjalanan Terganggu dan 13 KA Dibatalkan

Kecelakaan KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur: Stasiun Ditutup, Perjalanan Terganggu dan 13 KA Dibatalkan

CIANJUREKSPRES.ID- Insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026 sekitar pukul 20.50 WIB berdampak besar terhadap operasional perjalanan kereta api.

Kecelakaan tersebut menyebabkan puluhan penumpang mengalami luka-luka, sementara tujuh orang dilaporkan meninggal dunia. Hingga kini, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh petugas di lokasi kejadian.

Akibat insiden ini, pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) memutuskan untuk menutup sementara Stasiun Bekasi Timur, khususnya untuk layanan KRL. Penumpang Commuter Line pun sementara hanya dapat melakukan perjalanan hingga Stasiun Bekasi.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa penutupan ini dilakukan demi kelancaran proses penanganan di lokasi serta keselamatan operasional.

Sebagai alternatif, masyarakat diimbau untuk menggunakan moda transportasi lain seperti layanan bus dan LRT guna menghindari keterlambatan perjalanan.

Beberapa opsi transportasi pengganti yang dapat dimanfaatkan antara lain:

  • Trans Wibawa Mukti rute Stasiun Cikarang – LRT Jatimulya
  • Trans Beken rute Tanah Apit – Terminal Bekasi – LRT Jatimulya
  • TransJakarta dengan rute Bekasi Timur – Cawang hingga Jababeka – Cawang
  • LRT Jabodebek rute Jatimulya – Dukuh Atas

Selain itu, KAI juga melakukan rekayasa pola operasional KRL dengan sejumlah perjalanan yang dipersingkat atau dialihkan hanya sampai stasiun tertentu seperti Bekasi, Cakung, Manggarai, hingga Jatinegara.

Tidak hanya KRL, perjalanan kereta api jarak jauh juga terdampak. Sebanyak 13 perjalanan kereta dibatalkan, termasuk KA Gunungjati, Argo Sindoro, Mataram, hingga Gumarang.

Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI memberlakukan kebijakan pengembalian dana tiket (refund) sebesar 100 persen bagi penumpang yang terdampak, khususnya untuk jadwal keberangkatan tanggal 27 hingga 28 April 2026.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius dan menimbulkan dampak luas terhadap mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *