CIANJUREKSPRES.ID- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jawa Barat pada Minggu, 19 April 2026 pukul 18.45 WIB. Dalam laporan tersebut, sejumlah daerah diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang mulai pukul 18.55 WIB.
Wilayah yang berpotensi terdampak pada fase awal meliputi Kabupaten Sukabumi seperti Cikakak dan Cisolok. Selain itu, hujan juga diprediksi mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur seperti Cianjur, Cibeber, Cilaku, hingga Cugenang. Di Kabupaten Bandung, wilayah Dayeuhkolot dan Baleendah juga masuk dalam daftar daerah yang perlu waspada.
Kondisi serupa diperkirakan terjadi di Kabupaten Kuningan seperti Luragung, Lebakwangi, hingga Mandirancan, serta Kabupaten Cirebon di wilayah Sumber dan Depok. Tidak hanya itu, beberapa wilayah di Kabupaten Subang seperti Sagalaherang, Jalancagak, dan Cijambe, serta Kabupaten Bandung Barat seperti Cipongkor, Rongga, dan Gununghalu juga berpotensi mengalami cuaca ekstrem.
BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi ini dapat meluas ke berbagai wilayah lain, termasuk kawasan perairan seperti Waduk Cirata. Sejumlah daerah di Sukabumi, Cianjur, Bandung, hingga Garut diprediksi turut terdampak seiring perkembangan awan hujan.
Wilayah lain seperti Kabupaten Kuningan, Cirebon, Majalengka, Sumedang, Subang, Purwakarta, hingga Bandung Barat juga berpotensi mengalami hujan dengan karakteristik serupa. Bahkan, beberapa kota besar seperti Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, dan Kota Cimahi juga masuk dalam potensi perluasan cuaca ekstrem tersebut.
BMKG memperkirakan kondisi hujan disertai kilat dan angin kencang ini masih akan berlangsung hingga sekitar pukul 22.06 WIB. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang akibat angin kencang.
Selain itu, warga juga disarankan menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat terjadi, terutama di wilayah rawan bencana. Pengendara diharapkan berhati-hati karena jarak pandang dapat berkurang dan kondisi jalan menjadi licin.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan mengikuti arahan dari pihak berwenang guna meminimalisir risiko yang ditimbulkan dari kondisi cuaca ekstrem ini.***












