CIANJUREKSPRES.ID- Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi PT Pertamina (Persero) pada Selasa, 10 Februari 2026 terpantau relatif stabil di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Sumatra dan kawasan Free Trade Zone (FTZ). Tidak ada penyesuaian harga signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Berdasarkan daftar harga resmi, BBM jenis Pertamax Turbo, Pertamax, dan Pertalite masih dijual dengan harga yang sama di masing-masing provinsi, sementara Pertamax Green 95 belum tersedia di sebagian wilayah.
Harga BBM Wilayah Sumatra dan Sekitarnya
Di Provinsi Aceh, harga Pertamax Turbo dipatok sebesar Rp13.000 per liter, Pertamax Rp12.100 per liter, dan Pertalite Rp10.000 per liter. Khusus di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Sabang, Pertamax dijual lebih rendah di angka Rp11.100 per liter, sedangkan Pertalite tetap Rp10.000 per liter.
Sementara itu, di Sumatra Utara, harga BBM tercatat sama dengan Aceh, yakni Pertamax Turbo Rp13.000 per liter, Pertamax Rp12.100 per liter, dan Pertalite Rp10.000 per liter.
Untuk wilayah Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, harga Pertamax Turbo sedikit lebih tinggi, yakni Rp13.250 per liter, sedangkan Pertamax berada di level Rp12.400 per liter dan Pertalite Rp10.000 per liter.
Kawasan FTZ Batam memiliki harga yang relatif lebih murah. Pertamax Turbo dijual Rp12.050 per liter, Pertamax Rp11.300 per liter, dan Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter.
Adapun di Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung, harga BBM terpantau seragam. Pertamax Turbo berada di Rp13.000 per liter, Pertamax Rp12.100 per liter, dan Pertalite Rp10.000 per liter.
Harga Pertalite sebagai BBM yang paling banyak digunakan masyarakat tetap stabil di Rp10.000 per liter di seluruh wilayah yang tercantum. Stabilitas ini dinilai membantu menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah kebutuhan mobilitas harian.
Harga BBM dapat berbeda di wilayah lain dan berpotensi berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan Pertamina serta kondisi pasar minyak global. Masyarakat disarankan untuk selalu memantau informasi resmi melalui kanal Pertamina atau SPBU setempat.
Dengan kondisi harga yang masih stabil, diharapkan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar pada Februari 2026.












