GMNI Minta Pemerintah Evaluasi dan Audit Program MBG di Cianjur

GMNI Cianjur
Ketua DPC GMNI Kabupaten Cianjur Agus Rama Tunggarangga.(Dok. GMNI Cianjur)

CIANJUREKSPES.ID – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Cianjur mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi dan mengaudit seluruh pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Desakan tersebut muncul, setelah ratusan siswa dan beberapa warga di tiga kecamatan di Kabupaten Cianjur mengalami keracunan diduga usai mengkonsumsi MBG.

Ketua GMNI Kabupaten Cianjur, Agus Rama Tunggarangga, mengatakan, merespon atas kejadian keracunan masal terhadap beberapa siswa dan warga di tiga kecamatan bukanlah musibah yang berdiri sendiri. Sebab kejadian serupa terjadi berulang kali.

“Berulangnya kasus keracunan diduga makanan dari program MBG di sekolah menunjukkan bahwa Pemerintah sama sekali tidak belajar dari kesalahan masa lalu. Nyawa anak-anak kita seakan-akan dijadikan uji coba dari kebijakan ini,” katanya, Rabu 28 Januari 2026.

Maka dari itu lanjut dia, pihaknya mendesak pemerintah atau lembaga terkait untuk segera mengevaluasi dan mengaudit seluruh pelaksanaan program MBG.

“Tak hanya itu, kami juga mendesak agar seluruh pelaksanaan MBG di Cianjur terutama yang mendistribusikan makan dihentikan sementara sampai ada jaminan yang nyata,” katanya.

Rama mengatakan, program pemerintah terkait dengan MBG memiliki tujuan yang baik untuk memperkuat pondasi generasi penerus bangsa. Namun disisi lain, pengelolaannya tidak baik.

“Tak hanya itu, kejadian keracunan di Kadupandak yang menimpa sejumlah murid, mereka dibawa ke tempat pelayanan kesehatan menggunakan motor, dan mobil milik warga setempat. Ini adalah bukti nyata bahwa infrastruktur kesehatan di pelosok Cianjur masih terbelakang,” katanya.

Pihaknya pun menuntut pemerintah untuk memblacklist permanen vendor dan mencopot pejabat terkait serta diproses secara hukum dengan ketentuan yang berlaku.

“Selain itu, kami menuntut evaluasi jabatan bagi pejabat terkait yang terbukti lalai melakukan pengawasan lapangan secara rutin,” katanya.

Rama menyebutkan, sejak pertama kali program program MBG tersebut dilaksanakan tercatat telah ada sebanyak 431 siswa di sejumlah wilayah Cianjur yang menjadi korban keracunan akibat MBG.

“Dari sebanyak 431 korban tersebut terdiri dari, 78 siswa MAN 1 Cianjur, 12 siswa Ponpes Darul Qur’an, 9 siswa MTS Islamiyah, 36 murid-siswa SDN Salakawung, dan SMP Budi Luhur, serta 30 murid SDN Taruna Bakti, 16 siswa Raudhatul Mutaqin Gekbrong. Terbaru 202 pelajar dan warga di Cikalongkulon, dan 46 murid SDN Wargasari Kadupandak, serta 2 siswa di Sukanagara,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *