Puluhan Siswa SD di Kadupandak Cianjur Diduga Keracunan Usai Santap MBG

keracunan
Polsek Kadupandak saat menjemput salah seorang siswa yang diduga mengalami gejalan keracunan untuk diantar ke fasilitas kesehatan.(Dok Polsek Kadupandak)

CIANJUREKSPRES.ID – Puluhan siswa SDN Wargasari, Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur yang mengalami gejala keracunan diduga usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah siswa SDN wargasari tersebut sempat mengkonsumsi MBG dengan menu Chiken butter honey, tahu goreng, Buah salak, Timun Selada dan nasi putih.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Arifin, mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait sejumlah murid mengalami keracunan.

“Laporan yang kami terima tadi pagi, ada belasan para murid tersebut mengalami gejala keracunan mual, pusing, diare hingga muntah pada pukul 17.00 WIB, Senin 26 Januari 2026 kemarin,” katanya, Selasa 27 Januari 2026.

Menurutnya, dari belasan korban sudah dibawa ke puskesmas terdekat pada Selasa 27 Januari 2026 pagi. Hingga kini dari belasan murid, tiga dirawat di RSUD Pagelaran, dan sebelas lainnya di Puskesmas Kadupandak. Arifin mengungkapkan, dari belasan murid tersebut tiga orang menjalani perawatan di RSUD Pagelaran, dan sebelas lainnya di Puskesmas Kadupandak.

“Hingga saat ini beberapa siswa masih merasakan lemas, mual dan pusing. Kini petugas medis, tengah melakukan observasi dan perawatan intensif pada para murid,” katanya.

Lebih lanjut Arifin mengatakan, laporan yang diterima dari Koordinator Pendidikan (Kordik) Kadupandak, sebelumnya SDN Wargasari menerima distribusi MBG pada Senin 26 Januari 2026.

“SDN Wargasari menerima distribusi MBG dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gandasari sebanyak 215 porsi, dengan menu Chiken butter honey, tahu goreng, buah salak, timun salada dan nasi putih,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Kadupandak, AKP Deden Hermansyah, mengatakan, jumlah murid yang keracunan sejak Selasa 27 Januari 2026 pagi terus bertambah.

“Jumlah murid yang mengalami gejala keracunan hingga kini tercatat ada 46 murid, dan 30 diantaranya masih dirawat di Puskesmas Kadupandak, serta 12 dirawat di RSUD Pageleran, lalu empat telah dinyatakan sembuh,” katanya.

Dia mengatakan, puluhan korban tersebut merupakan murid SDN Wargasari yang berdomisili di Desa Wargasari, dan Gandasari.

“Para korban terpaksa harus dibawa ke Puskesmas terpaksa dengan motor, dan mobil milik warga serta kendaraan Polsek Kadupandak, karena di tidak ada ambulan desa,” katanya.

Deden menambahkan, pihaknya belum dapat memaparkan dugaan penyebab puluhan murid mengalami gejala keracunan. Karena jajaranya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kita telah memeriksa beberapa pegawai dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga supir yang mendistribusikan MBG ke sekolah tersebut,” katanya.

Hal serupa diungkapkan Kepala Puskesmas Kadupandak Suryana mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan dugaan penyebab keracunan yang dialami puluhan murid tersebut.

“Saat ini tim masih melakukan observasi terhadap para korban, dan fokus penganan. Sebab para korban masih mengalami gejala pusing serta lemas,” katanya.

Selain itu, Suryana mengatakan petugas kesehatan Puskemas dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur sudah mengambil beberapa sampel, seperti muntahan, juga makanan yang dikonsumsi korban.

“Kita tunggu hasil pemeriksaan labotarium dulu untuk penyebab pastinya. Jadi belum bisa kita sampaikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *