Di Hadapan 1.000 Lebih Siswa, Nurul Meilani Ajak Generasi Muda Berani Kuliah

CIANJUREKSPRES.ID- Rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi masih menjadi tantangan di sejumlah daerah.

 

Data Badan Pusat Statistik mencatat bahwa penduduk yang menamatkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi di Kabupaten Purwakarta baru sekitar 4,53 persen, sementara di Kabupaten Subang berada di kisaran 3,66 persen.

 

 

Angka ini menunjukkan bahwa masih banyak lulusan SMA dan sederajat yang belum melanjutkan pendidikan tinggi, bukan karena kurangnya potensi, melainkan keterbatasan akses informasi, motivasi, dan pendampingan.

 

Kondisi tersebut mendorong Nurul Meilani, aktivis Yayasan Muda Movement Indonesia, untuk terlibat langsung dalam upaya membangun kesadaran pendidikan melalui kegiatan Kelas Inspirasi. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang motivasi dan berbagi pengalaman untuk menumbuhkan keberanian generasi muda dalam meraih mimpi, salah satunya dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

 

Dalam pelaksanaannya, Kelas Inspirasi telah digelar di sejumlah sekolah, di antaranya SMKN 1 Bojong, SMK Ansoruna Hade Rancage, SMAN 1 Jalan Cagak, SMAN 1 Serang Panjang, MA Miftahul Khoir, serta beberapa sekolah lainnya di wilayah Bandung, Purwakarta, dan Subang.

 

Melalui sesi ini, Nurul mengajak siswa berdialog secara terbuka tentang masa depan, pendidikan, dan pilihan hidup yang dapat mereka tempuh setelah lulus sekolah.

 

Salah satu kegiatan terbesar berlangsung di SMAN 1 Wanayasa, Purwakarta, yang diikuti oleh lebih dari 1.000 siswa. Di hadapan para pelajar tersebut, Nurul berbagi kisah perjalanan hidupnya serta pengalaman berproses di dunia sosial.

 

 

Ia menekankan bahwa latar belakang daerah tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bermimpi dan melanjutkan pendidikan tinggi.

 

Nurul Meilani menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam Kelas Inspirasi merupakan salah satu ikhtiar yang bisa ia lakukan agar tidak ada lagi siswa dan siswi yang merasa tidak berani melanjutkan kuliah hanya karena berasal dari daerah.

 

Ia ingin hadir sebagai contoh nyata bahwa kesempatan untuk berkuliah terbuka bagi siapa pun yang mau berusaha.

 

Menurutnya, pengalaman berkuliah yang ia dapatkan menjadi titik balik yang membentuk kepedulian sosialnya hingga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan pemuda saat ini.

 

“Kuliah memberi saya kesempatan untuk melihat dunia lebih luas dan membentuk kepedulian sosial saya hari ini. Saya ingin adik-adik tahu bahwa berasal dari daerah bukan alasan untuk berhenti bermimpi,” ujar Nurul.

 

Founder Yayasan Muda Movement Indonesia, Yandi Purnawijaya, menyampaikan bahwa Kelas Inspirasi diharapkan dapat menjadi jembatan bagi keberlanjutan pendidikan di Indonesia. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen yayasan dalam memperluas akses dan menumbuhkan keberanian generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

 

“Kelas Inspirasi kami hadirkan sebagai jembatan agar anak-anak muda berani melanjutkan pendidikan dan tidak merasa sendirian dalam meraih mimpi. Kami percaya bahwa masyarakat Indonesia, dari latar belakang apa pun, memiliki hak yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi,” kata Yandi.

 

Melalui Kelas Inspirasi yang terus digelar, Yayasan Muda Movement Indonesia berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kepercayaan diri dan pandangan positif terhadap pendidikan tinggi.

 

 

Upaya ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan serta mendorong lahirnya generasi muda yang berani bermimpi dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *