Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Picu Pohon Tumbang di Jalan Raya Ciloto Puncak

Pohon berukuran cukup besar tumbang di jalan raya Ciloto Puncak, Kabupaten Cianjur, akibat cuaca ekstrem pada Minggu 18 Januari 2026, sekitar pukul 05.00 pagi.

CIANJUREKSPRES.ID – Ruas jalan raya Ciloto-Puncak sempat tersendat akibat pohon tumbang menutupi sebagian badan jalan tepatnya di Kampung Ciguntang, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur pada Minggu 18 Januari 2026, sekitar pukul 05.00 WIB.

Peristiwa ini diduga dipicu oleh hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut. Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Puncak menuju Cipanas maupun sebaliknya sempat tersendat.

Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimpa kendaraan yang sedang melintas sehingga tidak mengakibatkan korban jiwa maupun kerugian material.

Salah seorang pedagang, Odi mengatakan, pohon tumbang terjadi saat wilayah Puncak diguyur hujan disertai angin sejak malam hari.

“Pohon itu rubuh sekitar pukul 05.00 subuh, dan sempat menghalangi sebagian badan jalan,” katanya.

Kapolsek Pacet, AKP Amir Said mengatakan, peristiwa pohon tumbang merupakan dampak langsung dari kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Cipanas dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.

“Pohon tumbang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB di Kampung Ciguntang, Desa Ciloto. Tidak ada korban jiwa dan tidak ditemukan kerusakan kendaraan,” katanya kepada wartawan.

Namun, lanjut Kapolsek, akibat pohon tumbang kabel jaringan internet di sekitar lokasi mengalami kerusakan akibat tertimpa batang pohon.

“Setelah menerima laporan, sejumlah personel diturunkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta pembersihan material pohon bersama petugas PUPR, agar arus lalu lintas segera kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak terganggu,” jelasnya.

Setelah proses evakuasi dan pembersihan selesai, tambah Kapolsek, arus kendaraan di jalur utama Ciloto-Puncak kembali lancar tanpa hambatan berarti.

“Arus lalu lintas dari arah Puncak ke Cipanas maupun sebaliknya sudah normal. Kami tetap melakukan pemantauan, mengingat jalur ini merupakan jalur utama dengan tingkat mobilitas tinggi,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada para pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan rawan bencana, khususnya pada kondisi cuaca ekstrem.

“Para pengguna jalan diimbau lebih berhati-hati, mengurangi kecepatan, serta memperhatikan kondisi sekitar jalan, terutama saat hujan deras dan angin kencang, guna menghindari potensi kecelakaan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *