BPBD Rincikan 243 Bencana yang Landa Cianjur Selama 2025

BPBD Rincikan 243 Bencana yang Landa Cianjur Selama 2025
Infografis bencana yang melanda Cianjur selama 2025. (Foto: IA ChatGPT)

CIANJUREKSPRES.ID – Berbagai bencana melanda Kabupaten Cianjur sepanjang 2025. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat 243 kejadian bencana terjadi sejak Januari hingga Desember 2025.

Berdasarkan data Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Cianjur, berbagai bencana tersebut meliputi cuaca ekstrem, banjir, longsor, hingga pergerakan tanah yang berdampak signifikan terhadap masyarakat.

BPBD juga mencatat, 3.874 kepala keluarga (KK) atau 12.953 jiwa jadi korban terdampak, serta 2.240 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi.

Kejadian bencana sepanjang 2025 didominasi oleh longsor dan pergerakan tanah sebanyak 125 kejadian. Sementara itu, cuaca ekstrem tercatat terjadi 69 kali dan banjir sebanyak 49 kejadian.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat, mengatakan sebagian warga terdampak bencana saat ini sudah kembali ke rumah masing-masing. Namun, masih terdapat warga yang terpaksa mengungsi demi keselamatan.

“Memang di tahun 2025 ini cukup banyak warga yang mengungsi akibat bencana. Dari hasil monitoring kami, ada warga yang sudah kembali ke rumahnya, namun ada juga yang masih mengungsi, baik di tempat pengungsian maupun di rumah kerabat,” kata Asep, Rabu, 14 Januari 2026.

Dia menjelaskan, dampak bencana juga menyebabkan ratusan rumah warga berada dalam kondisi rawan dan terancam.

“Saat ini masih terdapat sekitar 108 rumah warga yang berstatus terancam bencana. Kami terus mengimbau agar rumah-rumah tersebut untuk sementara tidak dihuni demi menghindari adanya korban,” katanya.

Asep menuturkan, longsor menjadi jenis bencana yang paling mendominasi sepanjang 2025 dan berpotensi kembali terjadi pada 2026, khususnya di wilayah selatan Cianjur.

“Potensi longsor itu selalu ada, terutama di wilayah Cianjur Selatan. Mulai dari Cibeber hingga perbatasan Sindangbarang merupakan kawasan yang rawan longsor,” katanya.

Lanjutnya, potensi tersebut, diperkuat dengan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan Cianjur tengah memasuki periode curah hujan tinggi.

“Berdasarkan informasi dari BMKG, saat ini Cianjur sudah memasuki curah hujan yang cukup tinggi. Kondisi ini tentu meningkatkan potensi bencana, terutama longsor,” katanya.

Oleh karena itu, BPBD Cianjur mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana sepanjang 2026.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana, serta segera melapor jika terjadi tanda-tanda bencana,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *