CIANJUREKSPRES.ID – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kabupaten Cianjur mencatat adanya lonjakan permintaan gas Elpiji 12 kilogram atau non subsidi seiring berjalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cianjur.
Wakil Ketua DPC Hiswana Migas Kabupaten Cianjur, Hendi Mulyana, mengatakan pasokan gas Elpiji 3 kilogram bersubsidi dipastikan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat selama tahun 2026.
“Untuk pasokan gas Elpiji 3 kilogram selama periode tahun 2026 dipastikan aman sesuai kebutuhan. Insya Allah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, tidak akan ada kendala karena tidak ada pengurangan maupun penambahan kuota,” ujarnya kepada Cianjur Ekspres, Senin 12 Januari 2026.
Dia menjelaskan, jika dibandingkan dengan tahun 2025, kebutuhan gas Elpiji 3 kilogram di masyarakat relatif tidak mengalami perubahan yang signifikan. Namun, lonjakan justru terjadi pada gas Elpiji 12 kilogram atau non subsidi.
“Dilihat dari kebutuhan masyarakat dan jumlah yang tersebar selama 2025 masih relatif sama. Hanya pada gas Elpiji 12 kilogram terjadi lonjakan permintaan,” katanya.
Menurut Hendi, peningkatan permintaan gas non subsidi tersebut dipicu oleh kebutuhan dapur-dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi di Kabupaten Cianjur.
“Lonjakan ini disebabkan adanya permintaan dari dapur MBG. Sehingga kuota gas Elpiji non subsidi ditambah untuk bisa memenuhi kebutuhan seluruh dapur MBG yang ada di Cianjur,” jelasnya.
Meski demikian, Hendi mengaku belum dapat memastikan secara rinci jumlah penambahan kuota gas Elpiji 12 kilogram tersebut.
“Untuk angka pastinya saya belum bisa memastikan, karena belum mengecek data detailnya. Namun dalam rapat kemarin sudah dibahas adanya penambahan kuota gas non subsidi terkait kebutuhan program MBG,” ungkapnya.
Dia menambahkan, potensi kenaikan permintaan gas Elpiji 12 kilogram bisa meningkat cukup signifikan, tergantung pada jumlah dapur MBG yang beroperasi serta kebutuhan masing-masing dapur.
“Penambahannya bisa berlipat-lipat. Misalnya jika ada sekitar 200 dapur MBG yang beroperasi, dan setiap dapur membutuhkan lima sampai 10 tabung per minggu, tentu ada kenaikan permintaan yang cukup besar dibandingkan sebelumnya,” katanya.
Secara keseluruhan, Hendi menegaskan lonjakan permintaan gas Elpiji 12 kilogram terjadi karena kebutuhan memasak di dapur-dapur MBG yang terus berjalan di Kabupaten Cianjur.
“Intinya, memang ada lonjakan permintaan gas Elpiji non subsidi karena kebutuhan operasional dapur MBG,” pungkasnya.












