Banjir Berulang Rendam Sejumlah Wilayah di Kota Cilegon

.

CIANJUREKSPRES.COM- Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kota Cilegon dalam beberapa waktu terakhir. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut diduga memperparah kondisi lingkungan, hingga menyebabkan genangan air di beberapa kecamatan, seperti Ciwandan, Cibeber, dan Jombang.
Di tengah peristiwa banjir tersebut, muncul dugaan adanya aktivitas tambang ilegal yang berkontribusi terhadap terganggunya sistem aliran air.

Berdasarkan penelusuran Radar Banten melalui citra satelit, terpantau sejumlah area lahan terbuka dengan warna tanah mencolok serta pola pengerukan yang dinilai tidak wajar. Aktivitas tersebut terindikasi berada di sekitar jalur aliran air dan kawasan perbukitan.

Lokasi yang terpantau mencakup area di sekitar ruas Jalan Sunan Bonang hingga wilayah yang berdekatan dengan kawasan pendidikan serta permukiman warga. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat, mengingat perubahan bentang alam di sekitar daerah resapan air berpotensi meningkatkan risiko banjir.

Dugaan aktivitas pertambangan ilegal tersebut semakin menguat seiring terjadinya banjir yang berulang di sejumlah wilayah. Air meluap ke permukiman warga tak lama setelah hujan deras mengguyur Kota Cilegon dan sekitarnya. Warga menilai banjir yang terjadi bukan hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga akibat berkurangnya fungsi lingkungan.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan aktivitas tambang ilegal tersebut. Masyarakat berharap adanya penelusuran dan tindakan tegas agar kerusakan lingkungan dapat dicegah serta risiko banjir di Kota Cilegon tidak terus berulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *