CIANJUREKSPRES.ID-Berdasarkan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi dengan kedalaman dangkal (D<60 km) sebanyak 1092 kejadian, gempabumi menengah (60 km≤D≤300 km) sebanyak 149 kejadian dan gempabumi dalam (>300 km) sebanyak 1 kejadian.
Gempabumi-gempabumi tersebut memiliki rentang kedalaman dari 1 km hingga 351 km. Sedangkan untuk magnitudo, gempabumi terbesar yang tercatat adalah M5.3 dan magnitudo terkecil yang tercatat adalah M1.0.
Berdasarkan letak hiposenternya, terjadi 629 gempabumi yang berpusat di laut selatan Jawa, 3 gempabumi berpusat di laut utara Jawa, dan 610 kejadian gempabumi lainnya berpusat di darat.
Sepanjang periode Tahun 2025 terdapat 117 kali gempabumi yang dirasakan.
Salah satu kejadian gempabumi signifikan terjadi pada tanggal 20 Agustus 2025 pukul 19:54:55 WIB, yang berpusat 6.52 LS dan 107.25 BT pada kedalaman 10 Km.
Gempabumi berkekuatan M4.7 ini berlokasi di 19 km Tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Gempabumi ini dirasakan di Bekasi III-IV MMI; Purwakarta, Cikarang dan Depok III MMI; Bandung, Jakarta, Tangerang Selatan, Bekasi Timur II-III MMI; Tangerang, Pandeglang, Cianjur, Lebak dan Pelabuhanratu II MMI.
Dampak gempabumi ini sedikitnya merusak 70 bangunan, dengan rincian 36 Rumah Rusak Ringan, 29 Rusak Rusak Sedang, dan 5 Fasilitas Umum terdampak di wilayah kabupaten Karawang (Sumber: BPBD Karawang).
BMKG menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Serta menghindari bangunan-bangunan retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempabumi.












