CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur menyiagakan tujuh titik prioritas pengamanan dan pengaturan lalu lintas pada perayaan malam Tahun Baru. Langkah itu dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap aman dan lancar.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Cianjur, Aris Haryanto, mengatakan, pengamanan difokuskan pada titik-titik yang dinilai memiliki potensi kepadatan kendaraan dan aktivitas masyarakat.
“Untuk malam Tahun Baru, ada tujuh titik yang menjadi prioritas pengamanan. Fokusnya masih di wilayah perkotaan Cianjur,” kata Aris saat dikonfirmasi, pada Rabu, 31 Desember 2025.
Dia menuturkan, tujuh titik tersebut meliputi kawasan Citymall Cianjur, Posko TMC, Rancagoong, Puncak, Jalan Pramuka, Citarum, serta Leuwibungur, Kecamatan Cikalongkulon.
“Ya, ada tujuh titik prioritas, ada di Citymall, Posko TMC, Rancagoong, lalu Puncak, Pramuka, Citarum, dan Leuwibungur,” tuturnya.
Menurutnya, atensi utama Dishub pada malam pergantian tahun adalah menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan kendaraan. Jika terjadi kepadatan, pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional.
“Kalau kendaraan sudah terlalu padat dan tidak memungkinkan, akan dilakukan penutupan. Tapi kalau masih bisa dilalui, tetap kami atur arusnya,” katanya.
Dia menegaskan, untuk kebijakan penutupan jalan, Dishub akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian karena kewenangan tersebut berada di Polri.
“Koordinasi dengan kepolisian terus dilakukan, karena penutupan jalan itu kewenangan langsung dari polisi,” ujarnya.
Terkait volume kendaraan, Aris menyebut kondisi lalu lintas pada malam Tahun Baru tahun ini cenderung lebih lengang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau dilihat sekarang, tidak seperti Tahun Baru sebelumnya. Mungkin karena kondisi saat ini, masyarakat juga ikut berduka dengan bencana yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, sehingga lebih banyak yang merayakan di rumah atau tempat tertutup,” katanya.
Lanjutnya, untuk pendataan volume kendaraan, pihaknya biasanya melakukan penghitungan pada arus balik, khususnya saat masyarakat kembali beraktivitas kerja dan sekolah, atau pada momen libur panjang menuju destinasi wisata.
“Nanti biasanya baru terlihat saat arus masuk kerja dan sekolah, atau saat libur panjang karena banyak masyarakat yang berwisata sebelum kembali beraktivitas,” pungkasnya












