CIANJUREKSPRES.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Cianjur menggelar kegiatan Pendidikan Politik (Dikpol) Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) V, Selasa 3 November 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Kader Golkar dan Masyarakat, Merawat Demokrasi, Membangun Cianjur” ini diikuti para peserta yang berasal dari Kecamatan Campaka dan Campaka mulya. Dikpol ini juga menghadirkan pemateri dari Bakesbangpol, KPU, Bawaslu, serta Anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Cianjur.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin, menegaskan, Partai Golkar terus gencar melaksanakan pendidikan politik yang partisipatif agar kader dan masyarakat berdaya serta berpikir kritis.
“Saya menginstruksikan kepada kader Golkar yang duduk di legislatif secara jelas dan tegas untuk mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat banyak,” katanya.
Sementara itu Anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi Partai Golkar Dapil V, Usep Sepuluh Zen, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Pendidikan Politik Partai Golkar Kabupaten Cianjur Tahun 2026.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memberikan edukasi politik kepada masyarakat,” katanya.
Dia menegaskan, pendidikan politik merupakan hak masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai politik, demokrasi, serta peran dan tanggung jawab sebagai warga negara.
“Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat sambutan dan antusiasme yang luar biasa dari sekitar 250 peserta yang berasal dari Kecamatan Campaka dan Campakamulya,” ungkapnya.
Usep berharap melalui kegiatan pendidikan politik ini masyarakat semakin melek politik dan memiliki kesadaran untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
“Sebab, membangun Kabupaten Cianjur bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi dan kerja sama seluruh elemen masyarakat,” ucapnya.
Antusiasme juga ditunjukkan salah seorang peserta pendidikan politik. “Terima kasih kepada Partai Golkar atas terselenggaranya kegiatan ini. Melalui kegiatan seperti ini, interaksi antara partai politik dan masyarakat tidak hanya terjalin pada masa kampanye, tetapi juga dapat terus berlangsung melalui kegiatan edukasi dan pendidikan politik,” kata Ratna Sari (21).












