Pilkades Mekarmulya Pasirkuda Diikuti Dua Calon, 2.702 Pemilih Jadi Penentu

Pilkades Mekarmulya Pasirkuda Diikuti Dua Calon, 2.702 Pemilih Jadi Penentu
Pilkades Mekarmulya Pasirkuda Diikuti Dua Calon, 2.702 Pemilih Jadi Penentu.(istimewa)

CIANJUREKSPRES.ID – Tahapan kampanye Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Cianjur tahun 2026 resmi dimulai hari ini, Senin 2 November 2026.

Di Desa Mekarmulya, Kecamatan Pasirkuda, pelaksanaan masa kampanye yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu 4 November 2026 mendatang dipastikan tetap berjalan tanpa adanya kampanye akbar.

Ketua Panitia Pilkades Mekarmulya, Gunawan, menyampaikan bahwa seluruh teknis dan pelaksanaan tahapan kampanye sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing calon kepala desa. Pihak panitia hanya bertugas menyusun jadwal pembagian wilayah (peta lokasi).

“Berdasarkan koordinasi dan konfirmasi langsung dengan kedua belah pihak calon kemarin, disepakati bahwa tidak akan ada pelaksanaan kampanye akbar di wilayah Desa Mekarmulya. Bahkan, kedua calon juga sepakat untuk tidak memasang baliho alat peraga kampanye,” ujar Gunawan saat dikonfirmasi, Senin 2 November 2026.

Gunawan mengungkapkan, Pilkades di Desa Mekarmulya diikuti oleh dua kontestan. Yakni, Calon Kepala Desa Nomor Urut 1 Sulaeman Jamjuri, dan Nomor Urut 2 Muhamad Farhan Hudaya, SHI.

Meski tidak memanfaatkan panggung kampanye akbar, kedua calon memiliki strategi tersendiri untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Calon nomor urut 1, Sulaeman Jamjuri, memilih fokus melakukan gotong royong, sedangkan calon nomor urut 2, Muhamad Farhan Hudaya, SHI memilih metode sosialisasi.

Sebagai salah satu desa penyelenggara dari 47 desa yang menggelar Pilkades Serentak di Kabupaten Cianjur, Desa Mekarmulya mencatat total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 2.702 pemilih yang dijadwalkan akan menyalurkan hak suaranya pada 8 November 2026 mendatang.

” Ada tiga TPS yang lokasinya semua di satu titik,” kata Gunawan.

Gunawan menegaskan, Panitia Pilkades sebelumnya telah melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk mengenalkan pemilihan secara digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *