Jelang Nataru, UPTD Pasar Induk Cianjur Pantau Harga Bahan Pokok

Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Induk Cianjur bersama sejumlah instansi mulai memperketat pemantauan harga bahan pokok, jelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.(Foto : Cianjur Ekspres/Mochammad Nursidin)

CIANJUREKSPRES.ID – Menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Induk Cianjur bersama sejumlah instansi terkait mulai memperketat pemantauan harga bahan pokok, untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pedagang menjual komoditas sesuai ketentuan pemerintah.

Kepala UPTD Pasar Induk Cianjur, Handika Firdaus, mengatakan, monitoring dan evaluasi harga telah dilakukan bersama Satuan Tugas (Satgas), Badan Pangan Nasional (Bapanas), Polres Cianjur, Dinas Perdagangan, serta Perum Bulog.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan harga sekaligus mengendalikan potensi kenaikan menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat pada akhir tahun.

“Satgas sudah mulai melakukan monitoring sejak kemarin. Kunjungan Badan Pangan Nasional ke Pasar Induk juga didampingi Polres Cianjur, Dinas Perdagangan, Bulog, dan seluruh stakeholder terkait untuk melakukan monitoring dan evaluasi harga,” kata Handika kepada Cianjur Ekspres, Rabu 14 Oktober 2026.

Menurut dia, pemantauan tersebut bertujuan agar harga komoditas pangan tetap terkendali dan sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Meski sejumlah komoditas mengalami perubahan harga, kondisi tersebut sejauh ini masih dinilai dalam batas kewajaran.

“Untuk saat ini harga masih fluktuatif, ada yang naik dan ada yang turun. Namun, sejauh ini masih dalam batas wajar karena Oktober belum ada momentum hari-hari besar yang biasanya mendorong peningkatan permintaan,” katanya.

Handika memperkirakan potensi kenaikan harga perlu diantisipasi menjelang Natal dan Tahun Baru. Pada periode tersebut, permintaan masyarakat terhadap sejumlah bahan pokok biasanya meningkat, sehingga dapat memengaruhi pergerakan harga di pasaran.

Di sisi lain, aktivitas kunjungan ke Pasar Induk Cianjur saat ini terpantau relatif sepi. Meski demikian, aktivitas transaksi untuk kebutuhan bahan pokok masih berjalan stabil dan belum menunjukkan perubahan signifikan, baik dari sisi peningkatan maupun penurunan kunjungan.

Untuk meningkatkan daya tarik pasar tradisional, pemerintah daerah juga melakukan sejumlah upaya, di antaranya revitalisasi pasar dan pengembangan inovasi digital.

“Selain itu, juga ada arahan agar aparatur sipil negara (ASN) turut berbelanja di pasar tradisional, sebagai salah satu upaya mendukung aktivitas perdagangan dan menggerakkan perekonomian pedagang lokal,” ungkap dia.

Handika menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas terkait dalam menjalankan berbagai upaya tersebut.

“Pemantauan harga diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok, terutama ketika permintaan masyarakat berpotensi meningkat menjelang pergantian tahun,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *